Jelang May Day, Dirintelkam Polda Sulsel Temui Serikat Buruh di Makassar
Selasa, 26 April 2022 - 23:21 WIB
loading...
Suasana pertemuan serikat buruh dengan Dirintelkam Polda Sulsel di Hotel Max One terkait pelaksanaan May Day, Selasa (26/4/2022). Foto: SINDOnews/Ansar Jumasang
A
A
A
MAKASSAR - Direktur Intelkam Polda Sulsel , Kombes Pol Yudi Hermawan melakukan pertemuan dengan serikat buruh di Hotel Max One, Jalan Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (26/4/2022).
Pertemuan tersebut dilakukan menjelang aksi May Day atau Hari Buruh di Kota Makassar yang akan diperingati 1 Mei mendatang.
Baca juga: Buruh Diguyur 660 Paket Sembako Menjelang May Day
Dirintelkam Polda Sulsel , Kombes Pol Yudi Hermawan mengatakan, pertemuan yang dilaksanakan pihaknya merupakan bentuk dalam meningkatkan sinergi antara berbagai pihak, sehingga komunikasi mampu terjalin dengan baik. '
"Kegiatan buka puasa atau silaturahmi ini mari kita manfaatkan untuk meningkatkan sinergitas antara serikat pekerja/buruh dan pemerintah sehingga kita mampu menyelesaikan permasalahan melalui mediasi yang tentunya dengan komunikasi yang baik,'' tuturnya kepada SINDOnews.
Dirinya mengatakan, akan ada kegiatan massa besar yakni May Day, yang merupakan puncak aksi serikat buruh. Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar para buruh bisa menciptakan kegiatan yang lebih baik lagi.
Baca juga: Buruh Sidoarjo Tunda Peringatan May Day, Ini Alasannya
''Ke depan kita dihadapkan beberapa kegiatan besar, salah satunya yaitu May Day , maka dari itu marilah kita menyikapinya dengan baik, karena perbuatan yang baik pasti akan mendapatkan balasan yang baik. Saya harap pascapertemuan ini, marilah kita tetap menjaga silaturahmi dan jangan lepas komunikasi, agar sinergitas tetap terbangun,'' bebernya.
Sementara itu, Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulsel, Andi Mallanti berharap, dengan kegiatan silaturahmi ini, hubungan emosional dapat terbangun, sehingga penegakan hukum dapat ditegakkan dengan profesional. '
'Harapan kami kebijakan pemerintah terkait UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dapat menjadi inkonstitusional atau dicabut, karena sangat merugikan pihak pekerja atau buruh. Semoga pemerintah dapat mendengar aspirasi kami, karena itulah salah satu dasar serikat pekerja atau buruh menggelar unjuk rasa,'' ucap Andi Mallanti.
Baca juga: Buruh Ingin Gelar Aksi May Day di JIS, Ini Kata Wagub DKI
Dirinya juga bilang, May Day tahun 2022 kali ini kondisi Indonesia sedang dalam cengkraman oligarki, maka itulah pemicu serikat pekerja atau buruh melayangkan berbagai tuntutan.
''Contohnya UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja beserta beberapa turunannya merupakan bentuk ketidakadilan bagi kaum buruh atau pekerja karena mengatur persoalan upah yang merupakan hal paling penting bagi kaum buruh atau pekerja,'' sambungnya.
Pertemuan tersebut dilakukan menjelang aksi May Day atau Hari Buruh di Kota Makassar yang akan diperingati 1 Mei mendatang.
Baca juga: Buruh Diguyur 660 Paket Sembako Menjelang May Day
Dirintelkam Polda Sulsel , Kombes Pol Yudi Hermawan mengatakan, pertemuan yang dilaksanakan pihaknya merupakan bentuk dalam meningkatkan sinergi antara berbagai pihak, sehingga komunikasi mampu terjalin dengan baik. '
"Kegiatan buka puasa atau silaturahmi ini mari kita manfaatkan untuk meningkatkan sinergitas antara serikat pekerja/buruh dan pemerintah sehingga kita mampu menyelesaikan permasalahan melalui mediasi yang tentunya dengan komunikasi yang baik,'' tuturnya kepada SINDOnews.
Dirinya mengatakan, akan ada kegiatan massa besar yakni May Day, yang merupakan puncak aksi serikat buruh. Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar para buruh bisa menciptakan kegiatan yang lebih baik lagi.
Baca juga: Buruh Sidoarjo Tunda Peringatan May Day, Ini Alasannya
''Ke depan kita dihadapkan beberapa kegiatan besar, salah satunya yaitu May Day , maka dari itu marilah kita menyikapinya dengan baik, karena perbuatan yang baik pasti akan mendapatkan balasan yang baik. Saya harap pascapertemuan ini, marilah kita tetap menjaga silaturahmi dan jangan lepas komunikasi, agar sinergitas tetap terbangun,'' bebernya.
Sementara itu, Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulsel, Andi Mallanti berharap, dengan kegiatan silaturahmi ini, hubungan emosional dapat terbangun, sehingga penegakan hukum dapat ditegakkan dengan profesional. '
'Harapan kami kebijakan pemerintah terkait UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dapat menjadi inkonstitusional atau dicabut, karena sangat merugikan pihak pekerja atau buruh. Semoga pemerintah dapat mendengar aspirasi kami, karena itulah salah satu dasar serikat pekerja atau buruh menggelar unjuk rasa,'' ucap Andi Mallanti.
Baca juga: Buruh Ingin Gelar Aksi May Day di JIS, Ini Kata Wagub DKI
Dirinya juga bilang, May Day tahun 2022 kali ini kondisi Indonesia sedang dalam cengkraman oligarki, maka itulah pemicu serikat pekerja atau buruh melayangkan berbagai tuntutan.
''Contohnya UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja beserta beberapa turunannya merupakan bentuk ketidakadilan bagi kaum buruh atau pekerja karena mengatur persoalan upah yang merupakan hal paling penting bagi kaum buruh atau pekerja,'' sambungnya.
(luq)
Lihat Juga :