Corona Membuat 50 Desa Wisata di Sleman Merugi
Jum'at, 19 Juni 2020 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
“Struktur harga dan paket nanti berubah. Dulu menerima tamu dengan bus, besok hanya 10-15 orang atau maksimal satu mobil Elf dan satu rombongan hanya lima orang plus satu pemandu,” papar ketua pengelola Desa Wisata Pentingsari itu.
(Baca juga : Mujiyo Senang Kini Rumahnya Sudah Berlistrik dan Berlantai Keramik )
Menurut Doto dari 50 desa wisata di Sleman, terbagi dalam kategori tumbuh, kembang dan mandiri. Mandiri ada 11, kemudian berkembang 14 sisanya tumbuh. Dari jumlah ini ada 20 desa wisata yang sudah dipersiapkan baik sarana dan prasarananya. Untuk itu pembukaan desa wisata paling cepat Agustus. “Para tamu nanti yang dari luar DIY harus pakai surat kesehatan, kalau lokal DIY tidak,” ungkapnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, dari hasil pengecekan, di desa wisata Pentingsari dan destinasi wisata Merapi Park sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik. Seperti dengan menyiapkan alat pengecek suhu badan, tempat cuci tangan dengan sabun di air mengalir, adanya pembatasan jumlah pengunjung (physical distancing) dan harus memakai masker. Untuk tiket juga sudah memakai sistem cashless. Termasuk jika ada yang perlu mendapat perawatan sudah menyiapkan tempat karantina.
“Jika ada pengunjung yang kondisinya memburuk, nantinya bisa menghubungi SES119, untuk mendapat perawatan lebih lanjut di tempat isolasi Asrama Haji DIY,” jelasnya.
(Baca juga : Mujiyo Senang Kini Rumahnya Sudah Berlistrik dan Berlantai Keramik )
Menurut Doto dari 50 desa wisata di Sleman, terbagi dalam kategori tumbuh, kembang dan mandiri. Mandiri ada 11, kemudian berkembang 14 sisanya tumbuh. Dari jumlah ini ada 20 desa wisata yang sudah dipersiapkan baik sarana dan prasarananya. Untuk itu pembukaan desa wisata paling cepat Agustus. “Para tamu nanti yang dari luar DIY harus pakai surat kesehatan, kalau lokal DIY tidak,” ungkapnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, dari hasil pengecekan, di desa wisata Pentingsari dan destinasi wisata Merapi Park sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik. Seperti dengan menyiapkan alat pengecek suhu badan, tempat cuci tangan dengan sabun di air mengalir, adanya pembatasan jumlah pengunjung (physical distancing) dan harus memakai masker. Untuk tiket juga sudah memakai sistem cashless. Termasuk jika ada yang perlu mendapat perawatan sudah menyiapkan tempat karantina.
“Jika ada pengunjung yang kondisinya memburuk, nantinya bisa menghubungi SES119, untuk mendapat perawatan lebih lanjut di tempat isolasi Asrama Haji DIY,” jelasnya.
(nun)
Lihat Juga :