Deteksi Disleksia, Sekolah Dasar Negeri di Tangerang Adakan Skrining kepada Para Siswa
Senin, 25 April 2022 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Siska, Anak Tukang Jahit Raih Gelar PhD dan Berkarier di Prancis
“Insya Allah habis Lebaran akan dilakukan screening test di SDN Karawaci 5 (Kota Tangerang) oleh Dyslexia Genius Malaysia. Harapannya screening test ini berguna bagi para pendidik di sekolah kami untuk mengetahui porsentase siswa yang terindikasi disleksia, sehingga memiliki respons yang tepat bagi seluruh siswa tersebut. Sehingga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pilot project bagi sekolah-sekolah lain yang memiliki kelas inklusi di Kota Tangerang. Ini merupakan tahap awal/ tes awal. Nanti, jika hasilnya ada yang terindikasi disleksia, barulah dilakukan Assessment lanjutan,” kata Sri saat dihubungi, Senin (25/4/2022).
Sri menjelaskan Disleksia merupakan suatu gangguan di mana seseorang mengalami kesulitan membaca, menulis, dan mengeja. Disleksia umumnya terjadi pada anak-anak, dan dapat menyerang anak dengan kemampuan intelegensi lebih dari rata-rata. Siswa yang menderita disleksia, secara fisik sama dengan siswa normal pada umumnya.
Mereka biasanya memiliki gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Namun, karena mereka biasanya memiliki kemampuan intelegensi lebih dari rata-rata inilah yang jika ditangani secara tepat dapat menjadi aset sumber daya manusia yang potensial. Ketika ditemukan adanya siswa terdeteksi disleksia, harapannya murid tersebut dapat diberikan penanganan yang tepat dan sesuai.
“Biasanya kita menganggap siswa yang tidak pintar (bodoh) karena tidak bisa membaca, tidak bisa menulis. Biasanya mulai terlihat di kelas antara 1-3 karena mungkin sesungguhnya mereka mengalami gangguan disleksia tersebut, dan seharusnya dilakukan suatu penanganan yang sesuai. Mungkin karena memang selama ini kita tidak mengetahui adanya kelainan disleksia yang dialami siswa tersebut, sehingga penanganan kita kurang tepat dan akurat. Harapannya dengan tes awal ini anak-anak disleksia dapat cepat terbantu, bisa jadi murid tersebut malah memiliki potensi yang luar biasa karena secara IQ mereka di atas rata-rata,” urai Sri.
“Insya Allah habis Lebaran akan dilakukan screening test di SDN Karawaci 5 (Kota Tangerang) oleh Dyslexia Genius Malaysia. Harapannya screening test ini berguna bagi para pendidik di sekolah kami untuk mengetahui porsentase siswa yang terindikasi disleksia, sehingga memiliki respons yang tepat bagi seluruh siswa tersebut. Sehingga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pilot project bagi sekolah-sekolah lain yang memiliki kelas inklusi di Kota Tangerang. Ini merupakan tahap awal/ tes awal. Nanti, jika hasilnya ada yang terindikasi disleksia, barulah dilakukan Assessment lanjutan,” kata Sri saat dihubungi, Senin (25/4/2022).
Sri menjelaskan Disleksia merupakan suatu gangguan di mana seseorang mengalami kesulitan membaca, menulis, dan mengeja. Disleksia umumnya terjadi pada anak-anak, dan dapat menyerang anak dengan kemampuan intelegensi lebih dari rata-rata. Siswa yang menderita disleksia, secara fisik sama dengan siswa normal pada umumnya.
Mereka biasanya memiliki gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Namun, karena mereka biasanya memiliki kemampuan intelegensi lebih dari rata-rata inilah yang jika ditangani secara tepat dapat menjadi aset sumber daya manusia yang potensial. Ketika ditemukan adanya siswa terdeteksi disleksia, harapannya murid tersebut dapat diberikan penanganan yang tepat dan sesuai.
“Biasanya kita menganggap siswa yang tidak pintar (bodoh) karena tidak bisa membaca, tidak bisa menulis. Biasanya mulai terlihat di kelas antara 1-3 karena mungkin sesungguhnya mereka mengalami gangguan disleksia tersebut, dan seharusnya dilakukan suatu penanganan yang sesuai. Mungkin karena memang selama ini kita tidak mengetahui adanya kelainan disleksia yang dialami siswa tersebut, sehingga penanganan kita kurang tepat dan akurat. Harapannya dengan tes awal ini anak-anak disleksia dapat cepat terbantu, bisa jadi murid tersebut malah memiliki potensi yang luar biasa karena secara IQ mereka di atas rata-rata,” urai Sri.
Lihat Juga :