Turun ke Magetan, Ibas Bantu Bumil dan Petani Jeruk Pamelo
Senin, 25 April 2022 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia kemudian menyempatkan waktunya bertemu dengan petani jeruk di perkebunan jeruk pamelo. Jeruk ini khas Kabupaten Magetan yang syarat khasiat. Bentuknya hampir mirip dengan jeruk bali, tetapi jeruk pamelo memiliki daging berwarna merah tanpa biji dan rasanya lebih manis.
Baca juga: Dimaafkan Dandim 0603/Lebak, Buruh yang Curi HP Ini Urung Lebaran di Penjara
Budidaya jeruk pamelo di Desa Tamanan sudah ada sejak 1960-an. Hingga saat ini, perkebunan jeruk pamelo terus dikembangkan oleh warga karena ini menjadi pendapatan tertinggi desa.
“Bedanya jeruk kami dengan pamelo yang lain, punya kami lebih tahan lama bisa sampai dua bulan. Alhamdulillah distribusi meluas sampai ke luar kota, ada di Jakarta, Bandung, dan Bali,” ujar salah satu petani jeruk.
“Masya Allah, ternyata banyak banget ya kelebihannya. Harus terus dikembangkan, karena ini sangat berpotensi besar,” kata Ibas sembari menyusuri perkebunan jeruk.
Para petani menyampaikan keluhan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Selain ada penjatahan, administrasinya juga sulit di antaranya harus bawa KTP, KK, dan lain-lain. "Mungkin maksudnya supaya tidak diperjualbelikan lagi, tapi jujur saja kami petani justru merasa terbebani. Nah, kedua kalau pupuk non subsidi, harganya terlalu mencekik,” ungkap petani.
Baca juga: Dimaafkan Dandim 0603/Lebak, Buruh yang Curi HP Ini Urung Lebaran di Penjara
Budidaya jeruk pamelo di Desa Tamanan sudah ada sejak 1960-an. Hingga saat ini, perkebunan jeruk pamelo terus dikembangkan oleh warga karena ini menjadi pendapatan tertinggi desa.
“Bedanya jeruk kami dengan pamelo yang lain, punya kami lebih tahan lama bisa sampai dua bulan. Alhamdulillah distribusi meluas sampai ke luar kota, ada di Jakarta, Bandung, dan Bali,” ujar salah satu petani jeruk.
“Masya Allah, ternyata banyak banget ya kelebihannya. Harus terus dikembangkan, karena ini sangat berpotensi besar,” kata Ibas sembari menyusuri perkebunan jeruk.
Para petani menyampaikan keluhan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Selain ada penjatahan, administrasinya juga sulit di antaranya harus bawa KTP, KK, dan lain-lain. "Mungkin maksudnya supaya tidak diperjualbelikan lagi, tapi jujur saja kami petani justru merasa terbebani. Nah, kedua kalau pupuk non subsidi, harganya terlalu mencekik,” ungkap petani.
Lihat Juga :