Pos Ronda Diangkut Paksa, Warga Teriaki Andi Togelangi: Kades Tak Bertanggung Jawab
Minggu, 24 April 2022 - 21:04 WIB
loading...
Tangkapan layar video beberapa orang warga mengangkut pos ronda di Desa Penrang, Sabtu (23/4/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
WAJO - Kepala Dese Penrang di Kabupaten Wajo, Andi Togelangi diduga mengangkut paksa pos ronda yang terletak di Penrang Riawa. Aksi itu dilakukan usai Andi Togelangi menjalani rehabilitasi akibat kasus narkoba.
Aksi angkut paksa itu dilakukan pada Sabtu 23 April malam. Seorang warga sempat merekam kejadian itu. Dalam video, tampak beberapa orang diduga suruhan Andi Togelangi mengangangkat pos ronda berbahan kayu ke atas kendaraan roda empat.
Baca juga: Tersandung Kasus Narkoba, Mahasiswa Desak Bupati Wajo Copot Kades Penrang
Beberapa warga yang melihat aksi tersebut pun meneriaki, dan protes atas pengambilan paksa pos ronda yang disebut milik Pemerintah Desa Penrang. "Kepala Desa (Kades) tidak bertanggung jawab!," teriak warga dalam video tersebut.
Ketua Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu, Syaifullah mengaku sudah melihat video tersebut. Kuat dugaan, aksi itu buntut unjuk rasa yang dilakukan warga yang meminta Andi Togelangi mundur usai terseret kasus narkoba.
"Tadi warga di Desa Penrang mengirimkan saya sebuah video saat Andi Togelangi bersama sejumlah anggotanya mengangkut paksa satu buah pos ronda. Pos ronda itu diambil akibat aksi warga yang melakukan unjuk rasa menuntut pencopotan kepala desa akibat tersandung kasus narkoba," ujarnya kepada SINDOnews, Minggu (24/4/2022).
Baca juga:AMIWB Minta Kades yang Cium Pipi Mahasiswi KKP di Wajo Dipecat
Sejumlah warga sempat melayangkan protes kepada Kepala Desa Penrang, namun sayangnya protes itu tidak mendapat respons, sehingga pos ronda tersebut tetap diangkut.
"Kejadian ini kami akan sampaikan ke Pak Bupati selaku pimpinan kepala daerah di Wajo, sikap arogan Andi Togelangi kami nilai telah merampas hak demokrasi warga dengan intervensi-intervensi yang dilakukan," tutur Syaifullah.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Diskominfotik Kabupaten Wajo, Safaruddin mengaku baru mendapatkan informasi terkaitpersoalan ini saat dikonfirmasi awak media.
Baca juga: Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Kasus Pelecehan Seksual Kades di Wajo
Kata dia, informasi yang ini akan segera disampaikan ke Bupati Wajo, Amran Mahmud untuk dilakukan pengecekan serta mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut.
"Kami baru tahu kalau ada kejadian itu, info ini saya akan sampaikan ke Bapak Bupati untuk dicarikan solusi," pungkasnya.
Aksi angkut paksa itu dilakukan pada Sabtu 23 April malam. Seorang warga sempat merekam kejadian itu. Dalam video, tampak beberapa orang diduga suruhan Andi Togelangi mengangangkat pos ronda berbahan kayu ke atas kendaraan roda empat.
Baca juga: Tersandung Kasus Narkoba, Mahasiswa Desak Bupati Wajo Copot Kades Penrang
Beberapa warga yang melihat aksi tersebut pun meneriaki, dan protes atas pengambilan paksa pos ronda yang disebut milik Pemerintah Desa Penrang. "Kepala Desa (Kades) tidak bertanggung jawab!," teriak warga dalam video tersebut.
Ketua Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu, Syaifullah mengaku sudah melihat video tersebut. Kuat dugaan, aksi itu buntut unjuk rasa yang dilakukan warga yang meminta Andi Togelangi mundur usai terseret kasus narkoba.
"Tadi warga di Desa Penrang mengirimkan saya sebuah video saat Andi Togelangi bersama sejumlah anggotanya mengangkut paksa satu buah pos ronda. Pos ronda itu diambil akibat aksi warga yang melakukan unjuk rasa menuntut pencopotan kepala desa akibat tersandung kasus narkoba," ujarnya kepada SINDOnews, Minggu (24/4/2022).
Baca juga:AMIWB Minta Kades yang Cium Pipi Mahasiswi KKP di Wajo Dipecat
Sejumlah warga sempat melayangkan protes kepada Kepala Desa Penrang, namun sayangnya protes itu tidak mendapat respons, sehingga pos ronda tersebut tetap diangkut.
"Kejadian ini kami akan sampaikan ke Pak Bupati selaku pimpinan kepala daerah di Wajo, sikap arogan Andi Togelangi kami nilai telah merampas hak demokrasi warga dengan intervensi-intervensi yang dilakukan," tutur Syaifullah.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Diskominfotik Kabupaten Wajo, Safaruddin mengaku baru mendapatkan informasi terkaitpersoalan ini saat dikonfirmasi awak media.
Baca juga: Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Kasus Pelecehan Seksual Kades di Wajo
Kata dia, informasi yang ini akan segera disampaikan ke Bupati Wajo, Amran Mahmud untuk dilakukan pengecekan serta mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut.
"Kami baru tahu kalau ada kejadian itu, info ini saya akan sampaikan ke Bapak Bupati untuk dicarikan solusi," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :