Petani di Kabupaten Maros Keluhkan Pupuk Subsidi yang Langka

Jum'at, 19 Juni 2020 - 17:45 WIB
loading...
A A A
"Kalau biasanya itu ada satu jenis saja. Misalnya urea, nah kita terpaksa campur dengan pupuk non subsidi yang harganya tentu lebih mahal. Sekarang ini memang dua-duanya tidak ada. Padahal ini kan sudah waktunya pemakaian," lanjutnya.

Jikalau pun ada, kata dia, harga pupuk subsidi itu juga sudah mahal. Untuk jenis urea yang harganya hanya Rp90 ribu dan SP-36 yang harganya Rp100 ribu biasanya naik hingga Rp20 ribuan setiap jenisnya. Meski begitu, petani terpaksa membeli karena mereka tidak punya pilihan lain.

"Misalnya ada kita dapat, itu harganya sudah beda dari normalnya. Yah terpaksa kita beli. Apa lagi kalau musim tanam kedua begini, harus cepat karena air ditakutkan akan habis," ungkapnya.

Petani curiga, kelangkaan pupuk subsidi itu dikarenakan adanya permainan. Pasalnya, pupuk subsidi yang harusnya diperuntukkan untuk lahan pertanian, juga banyak digunakan oleh petambak.

"Bisa jadi. Karena kan kita berebut juga sama petambak. Terus pupuk itu selalu langka kalau kita butuh. Setelah lepas kebutuhan pupuk, baru banyak keluar. Nah bisa jadi itu dilarikan ke empang semua," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
Rekomendasi
Tissa Biani Rayakan...
Tissa Biani Rayakan Ulang Tahun, Dul Jaelani Beri Ucapan Romantis
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Masalah Klasik Lagi,...
Masalah Klasik Lagi, Justin Hubner Terancam Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Berita Terkini
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved