Cari Istrinya yang Hilang, 2 Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Malah Terjaring Razia BNN
Jum'at, 22 April 2022 - 15:08 WIB
loading...
Dua Pengungsi Rohingya terpisah dengan istrinya terjaring razia BNN. Foto: Banda/SINDOnews
A
A
A
PEKANBARU - Dua warga Rohingya, Myanmar, terjaring razia Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau. Keduanya terdiri dari Mhd. Shobi Bin Abdul Shukur dan Azimullah Korimullah.
Mhd Shobi tercatat sebagai warga Myanmar dengan Nomor Identitas Pengungsi : UNHCR 354-13C13410. Selanjutnya adalah Azimullah Korimullah dengan Nomor ID Pengungsinya UNHCR : 170-17C01362.
"Mereka diamankan di daerah Kualu, Kabupaten Kampar," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Mhd Jahari Sitepu, Jumat (22/4/2022).
Baca juga: Gelombang Pengungsi Warga Lereng Merapi Bertambah, Bilik Pengungsi Disiagakan
Berdasarkan keterangan dari keduanya, bahwa saat di Kualu, mereka sedang mencari istrinya. Di mana istri mereka merupakan pengungsi di bawah naungan UNHCR, organisasi internasional yang mengurusi tentang pengungsian.
"Posisi istrinya masih berada di Bireun, Aceh. Jadi mereka menunggu di sini, karena ada kabar pengungsi Rohingya akan dipindah ke Pekanbaru," tuturnya.
Pihak BNN pun menghubungi pihak imigrasi, karena keduanya merupakan warga asing. Pihak imigrasi menjemput mereka.
Mhd Shobi tercatat sebagai warga Myanmar dengan Nomor Identitas Pengungsi : UNHCR 354-13C13410. Selanjutnya adalah Azimullah Korimullah dengan Nomor ID Pengungsinya UNHCR : 170-17C01362.
"Mereka diamankan di daerah Kualu, Kabupaten Kampar," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Mhd Jahari Sitepu, Jumat (22/4/2022).
Baca juga: Gelombang Pengungsi Warga Lereng Merapi Bertambah, Bilik Pengungsi Disiagakan
Berdasarkan keterangan dari keduanya, bahwa saat di Kualu, mereka sedang mencari istrinya. Di mana istri mereka merupakan pengungsi di bawah naungan UNHCR, organisasi internasional yang mengurusi tentang pengungsian.
"Posisi istrinya masih berada di Bireun, Aceh. Jadi mereka menunggu di sini, karena ada kabar pengungsi Rohingya akan dipindah ke Pekanbaru," tuturnya.
Pihak BNN pun menghubungi pihak imigrasi, karena keduanya merupakan warga asing. Pihak imigrasi menjemput mereka.
Lihat Juga :