Diprediksi 16,8 Juta Orang Mudik Lebaran ke Jawa Timur
Rabu, 20 April 2022 - 07:38 WIB
loading...
Mudik lebaran tahun ini, diprediksi ada sebanyak 16,8 juta orang yang menuju ke Jawa Timur. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Jumlah pemudik yang menuju Jawa Timur, pada lebaran tahun ini diperkirakan akan tinggi. Hal itu juga telah diprediksi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dia menyebut angka 16,8 juta orang, yang akan melakukan perjalanan mudik di Jawa Timur.
Baca juga: Angkasa Pura II Prediksi Lonjakan Pemudik 28-30 April 2022
Khofifah menyampaikan prediksi tersebut, saat Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Semeru 2022 di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (19/4/2022). Khofifah mengatakan, awalnya dia memperkirakan ada 14,6 juta orang yang akan mudik ke Jatim. Tapi setelah swab antigen itu dibebaskan, ternyata estimasinya meningkat menjadi 16,8 juta orang.
"Jadi ada tambahan 2,2 juta warga yang kemungkinan akan melakukan perjalanan mudik ke Jatim," katanya. Untuk itu, orang nomor satu di Jatim itu mengingatkan semuanya harus dibangun kewaspadaan. Antara lain, layanan kesehatan yang harus disiapkan berbagai pihak, tak hanya Pemerintah Provinsi Jatim, namun juga Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim.
Baca juga: Mencekam! Tengah Malam Massa Kepung Rumah Dinas Sekda Pamekasan Tuntut Penundaan Pilkades
"Seluruh layanan kesehatan harus siaga. Kemudian tim armada dari Kodam juga di standby-kan, dan tentu semua pihak bersinergi untuk melakukan persiapan semaksimal mungkin," kata Lhofifah.
Baca juga: Angkasa Pura II Prediksi Lonjakan Pemudik 28-30 April 2022
Khofifah menyampaikan prediksi tersebut, saat Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Semeru 2022 di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (19/4/2022). Khofifah mengatakan, awalnya dia memperkirakan ada 14,6 juta orang yang akan mudik ke Jatim. Tapi setelah swab antigen itu dibebaskan, ternyata estimasinya meningkat menjadi 16,8 juta orang.
"Jadi ada tambahan 2,2 juta warga yang kemungkinan akan melakukan perjalanan mudik ke Jatim," katanya. Untuk itu, orang nomor satu di Jatim itu mengingatkan semuanya harus dibangun kewaspadaan. Antara lain, layanan kesehatan yang harus disiapkan berbagai pihak, tak hanya Pemerintah Provinsi Jatim, namun juga Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim.
Baca juga: Mencekam! Tengah Malam Massa Kepung Rumah Dinas Sekda Pamekasan Tuntut Penundaan Pilkades
"Seluruh layanan kesehatan harus siaga. Kemudian tim armada dari Kodam juga di standby-kan, dan tentu semua pihak bersinergi untuk melakukan persiapan semaksimal mungkin," kata Lhofifah.
Lihat Juga :