Pro Kontra DOB Dinilai Lumrah, Tokoh GKII Papua Sebut Pemekaran Membuka Daerah Terisolir

Senin, 18 April 2022 - 15:09 WIB
loading...
Pro Kontra DOB Dinilai...
Ketua Sinode GKII Wilayah I Papua, Pdt Petrus Bonyadone menyebut DOB Papua perlu disikapi positif. Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A A A
JAYAPURA - Pro kontra pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua dianggap menjadi hal yang lumrah terjadi. Ketua Sinode GKII Wilayah I Papua, Pdt Petrus Bonyadone menyebut hal itu perlu disikapi secara positif karena merupakan salah satu rencana Tuhan untuk Tanah Papua.

"Apa yang muncul hari ini soal pro kontra DOB menurut kami dari gereja bahwa satu yang pasti jika itu yang Tuhan kehendaki maka itu sudah. Tuhan berkeinginan bahwa ada pemerataan kesejahteraan di tanah Papua, dan lewat Pemekaran itulah, Tuhan mau masyarakat Papua sejahtera," kata Pdt Petrus Bonyadone dikutip Senin (18/4/2022).

Baca juga: DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi

Dia berpendapat jika pemekaran Provinsi Papua benar terwujud, maka akan memperpendek rentan kendali dengan wilayah-wilayah yang notabene terisolir dan jauh dari jaungkauan pembangunan karena geografis.

"Perlu disadari, kalau ini benar terjadi maka rentan kendali yang selama ini jauh maka bisa menjadi dekat, karena geografis Papua seperti ini. Kalau pemekaran terjadi maka daerah-daerah yang terisolir bisa terbuka, dan saya melihat akan ada konsentrasi dari masing-masing provinsi itu nantinya untuk membangun wilayah adatnya masing-masing," katanya.

Dia menjelaskan, soal pemekaran Papua sudah ada sejak zaman dahulu dengan kajian mendalam hingga pendekatan wilayah adat diberlakukan.

"Bukan baru sekarang, jadi sudah sejak dulu dan para pendahulu sudah berfikir akan pemekaran, dan dilakukan dengan kajian yang mendalam. Pendekatan culture masing-masing wilayah adat sudah ditetapkan oleh pendahulu, ada tujuh wilayah adat di Papua dan Papua Barat," jelasnya.

Baca juga: Tokoh Adat Papua Sebut Penolakan DOB Cenderung karena Persoalan Kekuasaan

Sementara, untuk menyikapi soal pemekaran DOB maka perlu semua pihak berfikir positif, karena inti dari pemekaran tersebut adalah kesejahteraan masyarakat.

"Dan jujur saja teman-teman di legislatif dan eksekutif menghendaki adanya pemekaran, karena mereka melihat dari sisi positifnya. Karena mereka memang melihat ada daerah-daerah yang terisolir, pendidikan, kesehatan yang masih jauh dari standar. Sehingga jika pemekaran terjadi maka akan ada pendekatan khusus untuk menyentuh daerah-daerah itu," ucapnya.

Tuhan, kata Pdt Petrus, berkehendak pada seluruh umatnya agar umatnya menjadi sejahtera dalam iman. Sehingga ini adalah waktu Tuhan.

"Kita sekarang ini berjalan dengan waktu, sehingga kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu dan kesempatan yang Tuhan kasih itu kapan lagi. Istilahnya kalau bukan sekarang kapan lagi," ujarnya.

"Saya melihat seperti itu, sebagai pimpinan gereja ya Tuhan mengasihi semua umatnya. Kita selalu berdoa , dan kalau Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," jelasnya.

Sebagai pemimpin gereja, dia juga berpesan agar seluruh umat menjaga kedamaian di Tanah Papua. Sikap Toleransi yang tinggi di Papua harus tetap dijaga. Dirinya mencontohkan toleransi di Papua dalam hal saling menjaga perayaan hari-hari besar keagamaan.

Umat Muslim menjaga umat Kristen yang sedang beribadah Paskah atau Natal, dan sebaliknya Umat Kristen menjaga ibadah umat muslim.

"Ini adalah hari-hari penting untuk Tuhan, dan Tuhan tidak membeda-bedakan atas kedamaian umatnya, dan pesan pentingnya adalah bahwa umat Kristen dimanapun berada harus mengedepankan kedamaian seperti yang diperintahkan oleh Tuhan," katanya.



Sehingga harus menjaga sikap toleransi dengan teman, sahabat dan umat lain. "Kita juga harus menghargai dan menjaga umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa," katanya.

"Pesan saya mari kita jaga Papua ini sebagai tanah yang damai, yang bisa kita wujudkan dengan saling menghormati dan menghargai sesama umat Tuhan. Kami di FKUB Papua juga selalu menggaungkan pesan toleransi ini," pungkasnya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved