Pemilu 2024, Perindo Bali Bidik Kartini Milenial
Kamis, 14 April 2022 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya, pengambilan keputusan seringkali tidak melibatkan perempuan. Contoh paling nyata di Bali pengambilan keputusan paruman banjar. Disitu seringkali hak perempuan diabaikan.
Kedua yaitu tantangan kultural. Tantangan ini tidak kalah beratnya. Karena budaya masih menempatkan perempuan sebagai obyek bukan subyek. Baca: Bulan Ramadhan, Partai Perindo Terus Pererat Kohesi Sosial.
Terakhir adalah tantangan struktural, dimana ketika perempuan terjun ke politik dia sendiri tidak mendapat dukungan penuh dari struktural partainya sendiri.
Perempuan masih seringkali ditempatkan pada posisi vote getter atau pendulang suara. "Jadi ruang geraknya tidak diberikan maksimal sehingga membuat perempuan tidak bisa maksimal dalam meraup suara sehingga sulit menjadi legislatif maupun eksekutif," tegas Kartini Perindo yang disapa Evi ini. Baca Juga: Paus Sperma Terdampar Dikuburkan dengan Ritual Adat di Sabu Raijua.
Dia mengajak perempuan di Bali lebih cakap berpolitik dengan meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas. "Dengan begitu perempuan lebih punya peluang untuk menduduki jabatan eksekutif maupun legislatif," pungkasnya.
Kedua yaitu tantangan kultural. Tantangan ini tidak kalah beratnya. Karena budaya masih menempatkan perempuan sebagai obyek bukan subyek. Baca: Bulan Ramadhan, Partai Perindo Terus Pererat Kohesi Sosial.
Terakhir adalah tantangan struktural, dimana ketika perempuan terjun ke politik dia sendiri tidak mendapat dukungan penuh dari struktural partainya sendiri.
Perempuan masih seringkali ditempatkan pada posisi vote getter atau pendulang suara. "Jadi ruang geraknya tidak diberikan maksimal sehingga membuat perempuan tidak bisa maksimal dalam meraup suara sehingga sulit menjadi legislatif maupun eksekutif," tegas Kartini Perindo yang disapa Evi ini. Baca Juga: Paus Sperma Terdampar Dikuburkan dengan Ritual Adat di Sabu Raijua.
Dia mengajak perempuan di Bali lebih cakap berpolitik dengan meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas. "Dengan begitu perempuan lebih punya peluang untuk menduduki jabatan eksekutif maupun legislatif," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :