Heboh Diteror Preman, Bangunan Yayasan Yatim Piatu di Depok Dipagar
Minggu, 10 April 2022 - 13:51 WIB
loading...
Bangunan yayasan yatim piatu yang terletak di Jalan Alternatif Transyogi, Harjamukti, Kota Depok diserobot sekelompok orang dengan cara dipagar sepihak. Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A
A
A
DEPOK - Bangunan sebuah yayasan yatim piatu yang terletak di Jalan Alternatif Transyogi, Harjamukti, Kota Depok diserobot sekelompok orang dengan cara dipagar sepihak. Apalagi, diduga pagar itu sengaja dipasang oleh beberapa preman.
Bangunan tersebut berdiri diatas tanah milik Jhon Simbolon dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) No.10024 yang menguasai tanah dan bangunan sejak tahun 1999. Selain bangunan yayasan, rumah milik Jhon pun ikut dipagar tanpa ijin.
Atas tindakah tersebut, John dan keluarga merasa terintimidasi karena tidak dapat melakukan kegiatan secara normal. John dan keluarga mengaku kerap mendapat intimidasi agar dia mau meninggalkan tanah seluas 300 M2 itu. “Saya didorong-dorong,” kata John kepada SINDOnews, Minggu (10/4/2022).
Mangatur Manullang, istri John juga mendapat intimidasi serupa. Keluarga John sudah bertahun-tahun mendapat intimidasi dari pihak lain. Baca juga: Lahan Bongkaran Tanah Abang Diduga Dikuasai Preman
”Kami tidak bisa masuk ke dalam. Alasan mereka itu tanah mereka. Selama ini saya tidak bisa kontrakin tanah ke (yayasan) dhuafa karena alasan mereka (kelompok lain) punya hak. Padahal punya sertifikat. Tapi kami selalu diteror. Kami selalu diawasi dan kami takut,” kata Mangatur.
Bangunan tersebut berdiri diatas tanah milik Jhon Simbolon dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) No.10024 yang menguasai tanah dan bangunan sejak tahun 1999. Selain bangunan yayasan, rumah milik Jhon pun ikut dipagar tanpa ijin.
Atas tindakah tersebut, John dan keluarga merasa terintimidasi karena tidak dapat melakukan kegiatan secara normal. John dan keluarga mengaku kerap mendapat intimidasi agar dia mau meninggalkan tanah seluas 300 M2 itu. “Saya didorong-dorong,” kata John kepada SINDOnews, Minggu (10/4/2022).
Mangatur Manullang, istri John juga mendapat intimidasi serupa. Keluarga John sudah bertahun-tahun mendapat intimidasi dari pihak lain. Baca juga: Lahan Bongkaran Tanah Abang Diduga Dikuasai Preman
”Kami tidak bisa masuk ke dalam. Alasan mereka itu tanah mereka. Selama ini saya tidak bisa kontrakin tanah ke (yayasan) dhuafa karena alasan mereka (kelompok lain) punya hak. Padahal punya sertifikat. Tapi kami selalu diteror. Kami selalu diawasi dan kami takut,” kata Mangatur.
Lihat Juga :