Perahu Dihantam Ombak, Nelayan Cilacap Hilang di Perairan Teluk Penyu
Kamis, 18 Juni 2020 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
"Personel Basarnas tersebut dilengkapi dengan 'rescue car type 1', dua set pakaian hazmat, satu unit 'rigit inflatable boat 05', peralatan SAR air, dan peralatan pendukung lainnya," sebutnya. (baca juga: Pemkot Solo Beri Kelonggaran Wedding dan Meeting di Hotel )
Dalam kesempatan terpisah, analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menerangkan bahwa gelombang sangat tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Barat hingga Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk perairan Teluk Penyu Cilacap maupun Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY.
Pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga hari ini 19 Juni 2020 dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.
"Peringatan dini tersebut kami keluarkan karena tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai 4-6 meter dan masuk kategori sangat tinggi sehingga berbahaya bagi pelayaran," jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menerangkan bahwa gelombang sangat tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Barat hingga Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk perairan Teluk Penyu Cilacap maupun Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY.
Pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga hari ini 19 Juni 2020 dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.
"Peringatan dini tersebut kami keluarkan karena tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai 4-6 meter dan masuk kategori sangat tinggi sehingga berbahaya bagi pelayaran," jelasnya.
(msd)
Lihat Juga :