Stok Bawang Putih Cukup, Pedagang Khawatirkan Penimbunan dan Permainan Harga
Kamis, 18 Juni 2020 - 07:17 WIB
loading...
Relaksasi impor bawang putih dan bombay, harga bawang putih dan bombay sejak April kembali turun bahkan sampai ke tingkat paling rendah.(Foto/SINDOnews/Dok)
A
A
A
BOGOR - Sejak diberlakukan Permendag Nomor 27 Tahun 2020 terkait relaksasi impor bawang putih dan bombay, harga bawang putih dan bombay sejak April kembali turun bahkan sampai ke tingkat paling rendah.
Sebelum relaksasi terlebih di masa pandemi Covid 19, harga bawang putih melonjak naik sampai Rp60.000 per kilogram. Lebih parah bombay sampai Rp120.000 per kilogram. Ketika relaksasi kedua komoditi impor tersebut turun drastis. Bawang putih menjadi rata-rata Rp25.000 per kilogram dan bombay Rp20.000 per kilogram.
Dengan berakhirnya relaksasi impor per 31 Mei 2020 menimbulkan kekhawatiran di pedagang terjadinya permainan harga kembali seperti sebelumnya oleh segelintir importir.
Meskipun menurut penjelasan Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto jumlah Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang diterbitkan per Maret 2020 sudah mencapai 450 ribu ton, namun jumlah tersebut tidak menjamin harga bawang putih tetap stabil seperti sekarang ini. (BACA JUGA: Bule Amerika Dihajar Massa Gara-gara Curi Cincin Emas di Kuta Bali)
Pemerhati pertanian Syaiful Bahari mengatakan harga bawang putih dan bombay yang dinikmati masyarakat saat ini adalah harga yang sebenarnya.
"Jadi kalau setelah berakhirnya relaksasi harga kembali naik berarti ada rekayasa dan permainan harga seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Menurutnya, tidak ada alasan harga kembali naik karena sekarang ini panen raya bawang putih di Cina kurang lebih 7 juta ton, lebih tinggi dari tahun sebelumnya berkisar 5 juta ton.
Sebelum relaksasi terlebih di masa pandemi Covid 19, harga bawang putih melonjak naik sampai Rp60.000 per kilogram. Lebih parah bombay sampai Rp120.000 per kilogram. Ketika relaksasi kedua komoditi impor tersebut turun drastis. Bawang putih menjadi rata-rata Rp25.000 per kilogram dan bombay Rp20.000 per kilogram.
Dengan berakhirnya relaksasi impor per 31 Mei 2020 menimbulkan kekhawatiran di pedagang terjadinya permainan harga kembali seperti sebelumnya oleh segelintir importir.
Meskipun menurut penjelasan Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto jumlah Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang diterbitkan per Maret 2020 sudah mencapai 450 ribu ton, namun jumlah tersebut tidak menjamin harga bawang putih tetap stabil seperti sekarang ini. (BACA JUGA: Bule Amerika Dihajar Massa Gara-gara Curi Cincin Emas di Kuta Bali)
Pemerhati pertanian Syaiful Bahari mengatakan harga bawang putih dan bombay yang dinikmati masyarakat saat ini adalah harga yang sebenarnya.
"Jadi kalau setelah berakhirnya relaksasi harga kembali naik berarti ada rekayasa dan permainan harga seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Menurutnya, tidak ada alasan harga kembali naik karena sekarang ini panen raya bawang putih di Cina kurang lebih 7 juta ton, lebih tinggi dari tahun sebelumnya berkisar 5 juta ton.
Lihat Juga :