Emil Dardak Pimpin Partai Demokrat Jatim, DPC Bergejolak
Sabtu, 02 April 2022 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
"Saya kira tidak perlu Musda kalau ujungnya ditentukan elite partai. Demokrat yang selama ini menyuarakan pentingnya kepemimpinan yang demokratis di era reformasi ini, akhirnya tenggelam dengan keputusannya sendiri dalam menentukan ketua di Jatim," kata Istono, Sabtu (2/4/2022).
Istono meminta Ketua Umum Partai Demokrat (AHY) Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan kepada 25 DPC pendukung Bayu Airlangga terkait Bau. Apalagi, Bayu dianggap lebih lama dan loyal kepada Demokrat Jatim.
"Ketum AHY harus menjelaskan kepada kami 25 DPC pendukung Bayu, di mana titik kekurangan Bayu dalam membangun jaringan membesarkan Demokrat Jatim? Benarkah loyalitas Bayu terhadap Ketum dan Demokrat ini diragukan," tegasnya.
Istono mencurigai, ada begal-begal politik yang mewarnai keputusan AHY dalam Musda Demokrat Jatim. "Ada apa dengan Demokrat Jatim yang merupakan tanah kelahiran Pak SBY? Kami sangat sakit begitu keputusan-keputusan besar yang diambil oleh elite partai tidak mencerminkan nilai nilai demokratis," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Ghufron Marzuki juga menyayangkan keputusan DPP Demokrat. Menurutnya, lebih baik tidak ada Musda apabila hasilnya tidak demokratis. Baca juga: KPK Curiga Ada Aliran Duit untuk Dukung Abdul Gafur Jadi Ketua Demokrat Kaltim
Istono meminta Ketua Umum Partai Demokrat (AHY) Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan kepada 25 DPC pendukung Bayu Airlangga terkait Bau. Apalagi, Bayu dianggap lebih lama dan loyal kepada Demokrat Jatim.
"Ketum AHY harus menjelaskan kepada kami 25 DPC pendukung Bayu, di mana titik kekurangan Bayu dalam membangun jaringan membesarkan Demokrat Jatim? Benarkah loyalitas Bayu terhadap Ketum dan Demokrat ini diragukan," tegasnya.
Istono mencurigai, ada begal-begal politik yang mewarnai keputusan AHY dalam Musda Demokrat Jatim. "Ada apa dengan Demokrat Jatim yang merupakan tanah kelahiran Pak SBY? Kami sangat sakit begitu keputusan-keputusan besar yang diambil oleh elite partai tidak mencerminkan nilai nilai demokratis," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Ghufron Marzuki juga menyayangkan keputusan DPP Demokrat. Menurutnya, lebih baik tidak ada Musda apabila hasilnya tidak demokratis. Baca juga: KPK Curiga Ada Aliran Duit untuk Dukung Abdul Gafur Jadi Ketua Demokrat Kaltim
Lihat Juga :