Pasar dan Pabrik di Semarang Raya Wajib Terapkan Protokol Kesehatan
Jum'at, 24 April 2020 - 16:20 WIB
loading...
Penyemprotan disinfektan di Pasar Karangayu, Semarang. Semua pasar dan pabrik di Semarang Raya wajib menerapkan protokol kesehatan jika tetap ingin beroperasi. FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan mulai Senin (27/4/2020) lusa seluruh pasar dan pabrik di Semarang Raya wajib menerapkan protokol kesehatan jika tetap ingin beroperasi.
"Kita menyepakati satu dua hari ini atau sampai minggu kita akan prakondisi. Sampaikan pada masyarakat untuk pasar-pasar mari tertibkan bersama, nanti pak bupati wali kota akan atur semuanya," kata Ganjar Pranowo usai memimpin rapat dengan Forkopimda Semarang Raya, baik wali kota/bupati beserta para Dandim dan Kapolres di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang, Jumat (24/4/2020).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi hadir langsung dalam rapat tersebut. Juga Bupati Semarang, Bupati Kendal, Demak dan Wakil Wali Kota Salatiga. Selain penataan pedagang pasar, juga dilakukan pengawasan secara ketat pada perusahaan atau pabrik, terutama soal jarak duduk saat kerja para buruh.
"Kedua pabrik tolong semua gunakan protokol yang ketat, dalam dua hari ini kita akan sosialisasikan," kata Ganjar.
Mulai Senin (27/4/2020) lusa, Ganjar menegaskan akan melakukan tindakan-tindakan yang lebih keras untuk masyarakat agar bisa lebih tertib. Semarang Raya, kata Ganjar, belum menuju PSBB. Namun sebagai imbasnya, masyarakat mesti patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
"Kita menyepakati satu dua hari ini atau sampai minggu kita akan prakondisi. Sampaikan pada masyarakat untuk pasar-pasar mari tertibkan bersama, nanti pak bupati wali kota akan atur semuanya," kata Ganjar Pranowo usai memimpin rapat dengan Forkopimda Semarang Raya, baik wali kota/bupati beserta para Dandim dan Kapolres di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang, Jumat (24/4/2020).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi hadir langsung dalam rapat tersebut. Juga Bupati Semarang, Bupati Kendal, Demak dan Wakil Wali Kota Salatiga. Selain penataan pedagang pasar, juga dilakukan pengawasan secara ketat pada perusahaan atau pabrik, terutama soal jarak duduk saat kerja para buruh.
"Kedua pabrik tolong semua gunakan protokol yang ketat, dalam dua hari ini kita akan sosialisasikan," kata Ganjar.
Mulai Senin (27/4/2020) lusa, Ganjar menegaskan akan melakukan tindakan-tindakan yang lebih keras untuk masyarakat agar bisa lebih tertib. Semarang Raya, kata Ganjar, belum menuju PSBB. Namun sebagai imbasnya, masyarakat mesti patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
Lihat Juga :