Rampung Dibangun, Taman Jaletreng 2 Tangsel Rusak Diterjang Longsor
Selasa, 29 Maret 2022 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Taman Jaletreng 2 dibangun menggunakan pagu anggaran APBD tahun 2021 senilai 12,499 miliar. LPSE Kota Tangsel diketahui, pengerjaannya dilakukan PT PT Adli Urdha yang beralamat di Griya Serang Asri, Cipocok Jaya, Kota Serang.
Sementara, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi ( DSDABMBK) Kota Tangsel menyerahkan sepenuhnya proses perbaikan pada pihak kontraktor. Ditargetkan, beberapa hari ke depan prosesnya telah selesai.
”Ini kan dalam masa pemeliharaan kontraktor, jadi dikembalikan ke sana," terang Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DSDABMBK, Eka Wibawa. Baca juga: Sudah Rapuh, Ruangan Kelas SDN Ciheuleut Bogor Ambruk
Menurut Eka, pergeseran tanah hingga memicu longsoran di lokasi terjadi secara alamiah tanpa ada unsur kelalaian pembangunan. Kini perbaikannya akan dikerjakan sebagaimana proses pembangunan awal.”Nggak ada, memang kondisi lahannya kan labil. Kalau sheet pile nya itu sudah kuat,” jelasnya.
Dia mengakui, terdapat sisi tebing sepanjang sekira 80 meter di sana yang belum dibangun turap. Hal itu terjadi lantaran minimnya anggaran yang dialokasikan pada tahun 2021. Eka menyebut, akan meminta penganggaran kembali pada tahun 2022 ini.
Sementara, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi ( DSDABMBK) Kota Tangsel menyerahkan sepenuhnya proses perbaikan pada pihak kontraktor. Ditargetkan, beberapa hari ke depan prosesnya telah selesai.
”Ini kan dalam masa pemeliharaan kontraktor, jadi dikembalikan ke sana," terang Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DSDABMBK, Eka Wibawa. Baca juga: Sudah Rapuh, Ruangan Kelas SDN Ciheuleut Bogor Ambruk
Menurut Eka, pergeseran tanah hingga memicu longsoran di lokasi terjadi secara alamiah tanpa ada unsur kelalaian pembangunan. Kini perbaikannya akan dikerjakan sebagaimana proses pembangunan awal.”Nggak ada, memang kondisi lahannya kan labil. Kalau sheet pile nya itu sudah kuat,” jelasnya.
Dia mengakui, terdapat sisi tebing sepanjang sekira 80 meter di sana yang belum dibangun turap. Hal itu terjadi lantaran minimnya anggaran yang dialokasikan pada tahun 2021. Eka menyebut, akan meminta penganggaran kembali pada tahun 2022 ini.
(ams)
Lihat Juga :