4 Tradisi Warga Betawi Sambut Ramadhan, Nomor Terakhir Punah Tergilas Modernisasi
Selasa, 29 Maret 2022 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Tradisi nyorog diperkenalkan oleh para wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Sunda Kelapa tahun 1800-an. Maksud dari budaya ini adalah untuk mempererat ikatan antara orang tua dan anak serta sebagai simbol penghormatan kepada mereka yang lebih tua.
Tidak hanya menjelang Ramadhan saja, nyorog juga dilakukan ketika menyambut Idul Fitri atau Lebaran. Selain itu, nyorog juga dilaksanakan saat prosesi upacara pernikahan. Pihak keluarga laki-laki akan mendatangi keluarga pihak perempuan membawa sorogan atau bingkisan makanan.
2. Tradisi Nyekar
Tidak hanya Betawi, tapi sebagian besar masyarakat Nusantara melestarikan budaya nyekar. Tradisi nyekar merupakan ziarah ke makam saudara atau keluarga mereka yang sudah wafat, mendoakan mereka supaya diampuni dosanya dan amalnya diterima di sisi-Nya.
Para peziarah membacakan Al-Fatihah dan Yasin di depan pusara. Selain itu, mereka datang membawa bunga seperti melati, mawar, minyak wangi, dan air mawar untuk ditaburkan ke tanah makam. Baca juga: Uniknya, Budaya Betawi di Busana Generasi Milenial
3. Tradisi Ruwahan
Tidak hanya menjelang Ramadhan saja, nyorog juga dilakukan ketika menyambut Idul Fitri atau Lebaran. Selain itu, nyorog juga dilaksanakan saat prosesi upacara pernikahan. Pihak keluarga laki-laki akan mendatangi keluarga pihak perempuan membawa sorogan atau bingkisan makanan.
2. Tradisi Nyekar
Tidak hanya Betawi, tapi sebagian besar masyarakat Nusantara melestarikan budaya nyekar. Tradisi nyekar merupakan ziarah ke makam saudara atau keluarga mereka yang sudah wafat, mendoakan mereka supaya diampuni dosanya dan amalnya diterima di sisi-Nya.
Para peziarah membacakan Al-Fatihah dan Yasin di depan pusara. Selain itu, mereka datang membawa bunga seperti melati, mawar, minyak wangi, dan air mawar untuk ditaburkan ke tanah makam. Baca juga: Uniknya, Budaya Betawi di Busana Generasi Milenial
3. Tradisi Ruwahan
Lihat Juga :