Kisah Kalijodo, dari Tempat Pesta Peh Coen, Pelacuran dan Judi, Kini Jadi Taman Bermain Anak
Minggu, 27 Maret 2022 - 05:49 WIB
loading...
A
A
A
Dalam versi lain disebutkan Kalijodo berawal dari masyarakat berlatar etnis Tionghoa yang melarikan diri dari Manchuria, wilayah yang dulunya terletak di dekat perbatasan Korea Utara dan Rusia. Saat melarikan diri ke Batavia, mereka tidak membawa istri, sehingga mereka akhirnya mencari gundik atau selir pengganti istri di Batavia. Dalam proses mencari selir, mereka kerap bertemu di kawasan bantaran sungai, lalu tempat itu dinamakan Kalijodo.
Zaenuddin HM dalam bukunya 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012, juga menyebutkan, dalam sejarahnya kawasan Kalijodo pernah menjadi tempat pesta Peh Coen untuk memperingati hari ke-100 Imlek atau Tahun Baru China.
Baca juga: Ditetapkan Tersangka Pornografi, Dea OnlyFans Dijerat Pasal Berlapis
Pesta itu berlangsung persis di Kali Angke, dengan perahu-perahu yang dihias dan diiringi musik Gambang Kromong dan pertunjukan Barongsai. Di situlah para pria dan wanita bertemu, dan ada yang sambil mencari jodoh atau pasangan hidup. Dari situlah tempat itu dijuluki dengan nama Kalijodo. Semula kawasan Kalijodo itu merupakan tempat pemancingan ikan. Sedangkan pesta Peh Coen hanya diselenggarkan setahun sekali.
Seiring ditutupnya beberapa tempat prostitusi di Jakarta, seperti Planet Senen, para wanita tuna susila itu pindah ke lokasi lain, seperti Kramat Tunggak dan Kali Jodo.
Zaenuddin HM dalam bukunya 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012, juga menyebutkan, dalam sejarahnya kawasan Kalijodo pernah menjadi tempat pesta Peh Coen untuk memperingati hari ke-100 Imlek atau Tahun Baru China.
Baca juga: Ditetapkan Tersangka Pornografi, Dea OnlyFans Dijerat Pasal Berlapis
Pesta itu berlangsung persis di Kali Angke, dengan perahu-perahu yang dihias dan diiringi musik Gambang Kromong dan pertunjukan Barongsai. Di situlah para pria dan wanita bertemu, dan ada yang sambil mencari jodoh atau pasangan hidup. Dari situlah tempat itu dijuluki dengan nama Kalijodo. Semula kawasan Kalijodo itu merupakan tempat pemancingan ikan. Sedangkan pesta Peh Coen hanya diselenggarkan setahun sekali.
Seiring ditutupnya beberapa tempat prostitusi di Jakarta, seperti Planet Senen, para wanita tuna susila itu pindah ke lokasi lain, seperti Kramat Tunggak dan Kali Jodo.
Lihat Juga :