Pariwisata Kembali Bangkit, Pengelola Wisata Wajib Terapkan CHSE
Sabtu, 26 Maret 2022 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun dalam menghadapi kebangkitan pariwisata, pengelola wisata tetap harus mengedepankan protokol kesehatan selain CHSE. Bahkan masker menjadi elemen penting yang harus selalu disiapkan, meski tidak selalu dipakai. Seperti di Lembang yang mayoritas objek wisatanya di ruang terbuka, relatif lebih aman.
"Saya juga minta agar tes antigen harus gratis agar tidak jadi beban tambahan bagi wisatawan. Di luar negeri pun antigen gratis bisa diambil dimana saja, seperti di minimarket atau hotel, jadi orang bisa tes sendiri," tuturnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB, Heri Partomo menyebutkan, ada sekitar 15 objek wisata, hotel, dan restoran yang sudah memiliki sertifikat CHSE
(Cleanliness, Health, Safety, dan Environment). Sebab itu menjadi standar wajib untuk meyakinkan wisatawan supaya datang dan merasa nyaman saat berkunjung.
Saat ini, lanjut dia, kondisi bisnis pariwisata di KBB sedang beranjak pulih setelah dihantam pandemi COVID-19 lebih dari dua setengah tahun. Kunjungan wisatawan ke sejumlah tempat wisata khususnya di kawasan wisata Lembang mulai meningkat lagi dan ekonomi juga mulai bangkit.
"Pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Lembang jadi penyumbang PAD paling besar untuk KBB dari retribusi dan pajak. Makanya kita terus dorong dan siapkan di era baru kebangkitan pariwisata agar sejalan dengan program pemerintah pusat," tandasnya.
"Saya juga minta agar tes antigen harus gratis agar tidak jadi beban tambahan bagi wisatawan. Di luar negeri pun antigen gratis bisa diambil dimana saja, seperti di minimarket atau hotel, jadi orang bisa tes sendiri," tuturnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB, Heri Partomo menyebutkan, ada sekitar 15 objek wisata, hotel, dan restoran yang sudah memiliki sertifikat CHSE
(Cleanliness, Health, Safety, dan Environment). Sebab itu menjadi standar wajib untuk meyakinkan wisatawan supaya datang dan merasa nyaman saat berkunjung.
Saat ini, lanjut dia, kondisi bisnis pariwisata di KBB sedang beranjak pulih setelah dihantam pandemi COVID-19 lebih dari dua setengah tahun. Kunjungan wisatawan ke sejumlah tempat wisata khususnya di kawasan wisata Lembang mulai meningkat lagi dan ekonomi juga mulai bangkit.
"Pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Lembang jadi penyumbang PAD paling besar untuk KBB dari retribusi dan pajak. Makanya kita terus dorong dan siapkan di era baru kebangkitan pariwisata agar sejalan dengan program pemerintah pusat," tandasnya.
(msd)
Lihat Juga :