Solar Langka, Nelayan di Maros Terpaksa Libur Melaut
Kamis, 24 Maret 2022 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengaku kelangkaan solar ini membuat para nelayan kian menjerit. Pemasukan mereka turun drastis setelah tidak mendapatkan hasil lantaran tidak melaut.
Hamka mengaku selama kapalnya tidak beroperasi, nelayan hanya membenahi kapal. Dia berharap ada solusi dari pemerintah, supaya solar tersedia untuk nelayan. "Mudah-mudahan tidak langka lah, dan harganya tidak naik," jelasnya.
Diketahui setiap turun melaut para nelayan di maros ini mencari ikan di perairan utara Sulawesi Selatan, bahkan hingga wilayah perairan Kalimantan dengan jarak 70 mil keluar dari permukaan daratan.
Sementara itu, Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan, menjelaskan konsumsi BBM jenis solar di Sulsel pada Maret memang mengalami peningkatan dua kali lipat, yaitu dari 1.400 hingga 1.500 kiloliter menjadi 3.000 kiloliter per hari.
Hal itu dibarengi dengan penyaluran solar di SPBU yang sudah melampaui kuota. Sehingga permintaan ke Pertamina pun diatur agar SPBU tidak membayar selisih dari subsidi solar yang disalurkan kepada negara. "Tidak bisa dipungkiri memang bulan Maret konsumsi meningkat dua kali lipat, hal ini bertepatan dengan kuota di SPBU yang sudah over," jelas Taufiq.
Dia melanjutkan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait kondisi antrean solar di Sulsel. Namun, hingga saat ini, Pertamina masih menunggu informasi terkait usulan untuk penambahan kuota dan sasaran dari kuota tersebut.
Hamka mengaku selama kapalnya tidak beroperasi, nelayan hanya membenahi kapal. Dia berharap ada solusi dari pemerintah, supaya solar tersedia untuk nelayan. "Mudah-mudahan tidak langka lah, dan harganya tidak naik," jelasnya.
Diketahui setiap turun melaut para nelayan di maros ini mencari ikan di perairan utara Sulawesi Selatan, bahkan hingga wilayah perairan Kalimantan dengan jarak 70 mil keluar dari permukaan daratan.
Sementara itu, Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan, menjelaskan konsumsi BBM jenis solar di Sulsel pada Maret memang mengalami peningkatan dua kali lipat, yaitu dari 1.400 hingga 1.500 kiloliter menjadi 3.000 kiloliter per hari.
Hal itu dibarengi dengan penyaluran solar di SPBU yang sudah melampaui kuota. Sehingga permintaan ke Pertamina pun diatur agar SPBU tidak membayar selisih dari subsidi solar yang disalurkan kepada negara. "Tidak bisa dipungkiri memang bulan Maret konsumsi meningkat dua kali lipat, hal ini bertepatan dengan kuota di SPBU yang sudah over," jelas Taufiq.
Dia melanjutkan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait kondisi antrean solar di Sulsel. Namun, hingga saat ini, Pertamina masih menunggu informasi terkait usulan untuk penambahan kuota dan sasaran dari kuota tersebut.
Lihat Juga :