Wajah Bahagia Ratusan Santri Mudik Lebih Awal Diangkut Kapal Motor
Kamis, 24 Maret 2022 - 10:49 WIB
loading...
Ratusan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, mudik lebih awal jelang puasa Ramadhan, dengan diangkut kapal motor. Foto/iNews TV/Riski Amirul Ahmad
A
A
A
SITUBONDO - Bulan suci Ramadhan masih kurang 10 hari lagi, ratusan santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, memilih untuk pulang kampung lebih awal. Para santri ini diangkut dengan kapal motor menuju kampung halamannya.
Baca juga: Lebaran 2022 Tak Ada Larangan Mudik, 80 Juta Orang Bakal Pulang Kampung
Kebahagiaan terpancar dari wajah para santri yang hendak kembali ke kampung halamannya, bertemu dengan orang tua dan sanak saudaranya. Mudik menjelang bulan Ramadhan, sudah menjadi tradisi bagi para santri dari sejumlah pondok pesantren di Situbondo.
Rata-rata para santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo tersebut, mudik ke kampung halamannya di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep. Mereka diberangkatkan dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Kamis (23/3/2022).
Baca juga: Anggota Polisi di Madina Terluka Dikeroyok Keluarga Oknum Satpol PP yang Jadi Bandar Narkoba
"Ada kebijakan dari pondok pesantren untuk para santri mudik lebih awal, sebelum puasa Ramadhan. Kami kebetulan dari wilayah Kepulauan Sapudi, jumlahnya 145 santri, sehingga kami pulang bersama-sama naik kapal," ujar Agus Iswahyudi, koordinator kepulangan santri.
![Wajah Bahagia Ratusan Santri Mudik Lebih Awal Diangkut Kapal Motor]()
Ratusan santri dengan penuh kesabaran mengantri di pintu masuk Pelabuhan Jangkar Situbondo. Mereka diangkut menggunakan Kapal Motor Setya Kencana. Untuk sampai ke kampung halamannya, para santri ini harus melakukan perjalanan laut selama lima jam.
Baca juga: Gibran Dianiaya hingga Terluka Parah, Ini yang Dilakukan Kapolres
Para santri yang pulang kampung naik Kapal Motor Setya Kencana, diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19. Kepala Wilker Pelabuhan Jangkar, Irwan Sugiarso mengatakan, para santri wajib sudah vaksin dua kali.
"Para santri yang mudik dengan menumpang kapal motor, wajib menggunakan masker. Selain itu sudah menjalani dua kali vaksin. Apabila masih satu kali vaksin, wajib menjalani rapid tes antigen. Sedangkan yang belum vaksin, wajib melakukan swab PCR," ujar Irwan.
Baca juga: Lebaran 2022 Tak Ada Larangan Mudik, 80 Juta Orang Bakal Pulang Kampung
Kebahagiaan terpancar dari wajah para santri yang hendak kembali ke kampung halamannya, bertemu dengan orang tua dan sanak saudaranya. Mudik menjelang bulan Ramadhan, sudah menjadi tradisi bagi para santri dari sejumlah pondok pesantren di Situbondo.
Rata-rata para santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo tersebut, mudik ke kampung halamannya di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep. Mereka diberangkatkan dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Kamis (23/3/2022).
Baca juga: Anggota Polisi di Madina Terluka Dikeroyok Keluarga Oknum Satpol PP yang Jadi Bandar Narkoba
"Ada kebijakan dari pondok pesantren untuk para santri mudik lebih awal, sebelum puasa Ramadhan. Kami kebetulan dari wilayah Kepulauan Sapudi, jumlahnya 145 santri, sehingga kami pulang bersama-sama naik kapal," ujar Agus Iswahyudi, koordinator kepulangan santri.

Ratusan santri dengan penuh kesabaran mengantri di pintu masuk Pelabuhan Jangkar Situbondo. Mereka diangkut menggunakan Kapal Motor Setya Kencana. Untuk sampai ke kampung halamannya, para santri ini harus melakukan perjalanan laut selama lima jam.
Baca juga: Gibran Dianiaya hingga Terluka Parah, Ini yang Dilakukan Kapolres
Para santri yang pulang kampung naik Kapal Motor Setya Kencana, diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19. Kepala Wilker Pelabuhan Jangkar, Irwan Sugiarso mengatakan, para santri wajib sudah vaksin dua kali.
"Para santri yang mudik dengan menumpang kapal motor, wajib menggunakan masker. Selain itu sudah menjalani dua kali vaksin. Apabila masih satu kali vaksin, wajib menjalani rapid tes antigen. Sedangkan yang belum vaksin, wajib melakukan swab PCR," ujar Irwan.
(eyt)
Lihat Juga :