ART Penganiaya Balita di Cengkareng Miliki Trauma Kekerasan saat Anak-anak

Selasa, 22 Maret 2022 - 10:09 WIB
loading...
ART Penganiaya Balita...
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mendatangi Mapolsek Cengkareng, Jakarta Barat.Foto/MPI/Bachtiar Rojab
A A A
JAKARTA - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menyatakan pelaku penganiayaan balita di Cengkareng, Jakarta Barat, memiliki latar belakang traumatik saat kanak-kanak dan remaja. Pelaku yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) ini pun tega menganiaya balita yang merupakan anak majikannya.

Kak Seto mengatakan, menyempatkan diri bertemu dengan pelaku sebagai bentuk rasa ingin tahu bagaimana psikologis dan latar belakang pelaku. "Kami tadi menjumpai pelaku, pelaku muda mengaku memiliki latar belakang traumatik saat kanak-kanak dan remaja," kata Kak Seto di Mapolsek Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (21/3/2022).

Kak Seto mengungkapkan, pelaku sebelumnya sering mendapatkan tindak kekerasan oleh orang tuanya, termasuk majikan sebelumnya. Sehingga, menjadikan pengalaman traumatik bagi pelaku.

"Peristiwa ini sesuatu yang salah. Tidak bisa lepas dari pengalaman traumatik yang bisa meledak suatu saat," ungkap Kak Seto. Baca: Sambangi Polsek Cengkareng, Kak Seto Temui Balita Korban Penganiayaan ART

Menurut Kak Seto, pelaku sebaiknya tidak hanya dihukum dalam kurungan penjara saja. Namun, perlu adanya pemeriksaan psikologi. Karena, disamping faktor kejiwaan, pelaku juga memiliki seorang anak.

"Mungkin juga perlu pemeriksaan psikiatris, bagaimana pelaku ini meski punya anak, sebagai ibu, tapi kenapa bisa melakukan tindakan ini," katanya. Kak Seto mengimbau, orang tua yang tengah memiliki anak balita dan memiliki baby sitter harus selalu memperhatikan anaknya serta peka dalam melihat perkembangan dan perbedaan yang terjadi pada anak.

"Apa lagi jika masih balita, jika ada baby sitter, kalau anak yang tadinya ceria tapi tiba-tiba merenung. Mohon peduli bahwa sedang terjadi sesuatu. Bisa karena gangguan kesehatan fisik maupun psikis," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved