Profil Rumiah Kartoredjo, Polwan Pertama Jabat Kapolda yang Meredam Kegaduhan Eksekusi Imam Samudra
Selasa, 22 Maret 2022 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Inilah 4 Jenderal TNI Wanita, dari Dokter sampai Kepala Pengadilan
Namun, Rumiah kala berhasil meredamnya sekaligus menampik segala isu tidak sedap yang berkaitan dengan pemakaman Imam Samudra. Rumiah pun mengakui pengalaman pengamanan pemakaman Imam Samudra itu sangat membekas bagi dirinya.
Rumiah memegang jabatan sebagai Kapolda Banten sampai dengan tahun 2010. Rumiah termasuk salah satu Kapolda terlama di Banten. Rumiah pernah meraih 5 tanda bintang jasa sepanjang kariernya, yaitu Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Karya Bakti, Dwidya Sistha, Kesetiaan 16 tahun, dan Bintang Bhayangkara Nadya.
Rumiah merupakan anak keluarga anak petani kelahiran Tulungagung, 19 Maret 1953. Anak ke 5 dari 7 bersaudara menghabiskan masa kecil di Tulungagung mulai dari SD hingga SMP. Pada tahun 1968, Rumiah pindah ke Batu untuk melanjutkan pendidikan di SMA Malang hingga 1971. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di STO Surabaya (sekarang Unesa) hingga lulus pada tahun 1975 sebagai sarjana muda olahraga.
Rumiah berkesempatan melanjutkan pendidikan doktoral, namun ia lebih memilih untuk menjadi seorang Polwan. Ia bertekad menjadi Polwan karena pengalaman sering ditilang lantaran berkendara tidak memiliki SIM. Ia lalu mengikuti pendidikan Sepamilsukwan dan lulus sebagai perwira pertama pada tahun 1978.
Penempatan pertama Rumiah di Dodidklat 007 Ciputat sebagai pembina siswa bintars Polwan hingga tahun 1990. Rumiah kemudian dimutasi ke Polda Metro Jaya sebagai Kasubbag Ops Ditbinmas Polda Metro Jaya hingga tahun 1992. Lalu pindah tugas sebagai kepala tata usaha Direktorat Pendidikan Polri dan meniti karier di Sepolwan sejak tahun 1993 hingga 1998.
Baca juga: Profil Brigjen Suyudi Ario Seto, Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Baswedan
Namun, Rumiah kala berhasil meredamnya sekaligus menampik segala isu tidak sedap yang berkaitan dengan pemakaman Imam Samudra. Rumiah pun mengakui pengalaman pengamanan pemakaman Imam Samudra itu sangat membekas bagi dirinya.
Rumiah memegang jabatan sebagai Kapolda Banten sampai dengan tahun 2010. Rumiah termasuk salah satu Kapolda terlama di Banten. Rumiah pernah meraih 5 tanda bintang jasa sepanjang kariernya, yaitu Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Karya Bakti, Dwidya Sistha, Kesetiaan 16 tahun, dan Bintang Bhayangkara Nadya.
Rumiah merupakan anak keluarga anak petani kelahiran Tulungagung, 19 Maret 1953. Anak ke 5 dari 7 bersaudara menghabiskan masa kecil di Tulungagung mulai dari SD hingga SMP. Pada tahun 1968, Rumiah pindah ke Batu untuk melanjutkan pendidikan di SMA Malang hingga 1971. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di STO Surabaya (sekarang Unesa) hingga lulus pada tahun 1975 sebagai sarjana muda olahraga.
Rumiah berkesempatan melanjutkan pendidikan doktoral, namun ia lebih memilih untuk menjadi seorang Polwan. Ia bertekad menjadi Polwan karena pengalaman sering ditilang lantaran berkendara tidak memiliki SIM. Ia lalu mengikuti pendidikan Sepamilsukwan dan lulus sebagai perwira pertama pada tahun 1978.
Penempatan pertama Rumiah di Dodidklat 007 Ciputat sebagai pembina siswa bintars Polwan hingga tahun 1990. Rumiah kemudian dimutasi ke Polda Metro Jaya sebagai Kasubbag Ops Ditbinmas Polda Metro Jaya hingga tahun 1992. Lalu pindah tugas sebagai kepala tata usaha Direktorat Pendidikan Polri dan meniti karier di Sepolwan sejak tahun 1993 hingga 1998.
Baca juga: Profil Brigjen Suyudi Ario Seto, Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Baswedan
Lihat Juga :