Tembak Jatuh 25 Drone Liar di Sirkuit MotoGP Mandalika, Ini Kehebatan Skuadron Korps Brimob
Sabtu, 19 Maret 2022 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Reldo, ada dua jenis alat anti drone, yakni Skyhawk dan Fortuna. Keduanya berteknologi paling canggih yang pernah ada, dan didatangkan khusus dari Amerika Serikat. Alat-alat tersebut dapat digerakkan dengan tenaga baterai, dan juga listrik bergantung kondisi di lapangan.
Reldo dan pasukannya memantau pergerakan drone liar di seputar Sirkuit Mandalika. "Semua personel yang bertugas di sini memiliki kualifikasi khusus di bidang TIK terutama untuk drone," ujarnya.
Selanjutnya, setiap drone yang terbang di langit Mandalika, akan langsung terpantau oleh radar aktif milik Brimob Polri, yang dilengkapi antena pemancar mini yang terpasang di atas bukit dan di dalam sirkuit. Kemudian radar akan langsung membaca data pesawat tanpa awak itu mulai dari nomor seri, jenis, hingga warna drone.
Baca juga: Sertu Suparto Babinsa yang Robek Seragam Loreng Demi Selamatkan Nyawa Korban Kecelakaan
Hal itu dilakukan untuk dicocokkan, apakah terdaftar sebagai drone yang telah mengantongi izin resmi dari pihak PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC) dan aparat atau tidak. Jika tidak berizin, maka drone tersebut segera dilumpuhkan.
Caranya, setelah radar mengetahui posisi drone, maka pasukan Reldo segera mengeluarkan alat pengacak sinyal (anti drone jamming) ke unit yang dimaksud. Dengan memanfaatkan teknologi sinyal gelombang elektromagnetik, alat jamming tersebut bekerja untuk melakukan dua penindakan.
Reldo dan pasukannya memantau pergerakan drone liar di seputar Sirkuit Mandalika. "Semua personel yang bertugas di sini memiliki kualifikasi khusus di bidang TIK terutama untuk drone," ujarnya.
Selanjutnya, setiap drone yang terbang di langit Mandalika, akan langsung terpantau oleh radar aktif milik Brimob Polri, yang dilengkapi antena pemancar mini yang terpasang di atas bukit dan di dalam sirkuit. Kemudian radar akan langsung membaca data pesawat tanpa awak itu mulai dari nomor seri, jenis, hingga warna drone.
Baca juga: Sertu Suparto Babinsa yang Robek Seragam Loreng Demi Selamatkan Nyawa Korban Kecelakaan
Hal itu dilakukan untuk dicocokkan, apakah terdaftar sebagai drone yang telah mengantongi izin resmi dari pihak PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC) dan aparat atau tidak. Jika tidak berizin, maka drone tersebut segera dilumpuhkan.
Caranya, setelah radar mengetahui posisi drone, maka pasukan Reldo segera mengeluarkan alat pengacak sinyal (anti drone jamming) ke unit yang dimaksud. Dengan memanfaatkan teknologi sinyal gelombang elektromagnetik, alat jamming tersebut bekerja untuk melakukan dua penindakan.
Lihat Juga :