alexa snippet

Aniaya pengamen, 4 oknum polisi terancam pecat

Aniaya pengamen, 4 oknum polisi terancam pecat
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Empat anggota Polres Wonogiri terancam dipecat karena diduga kuat menganiaya pengamen, Susanto, yang sebelumnya ditangkap. Susanto ditangkap karena sempat diduga terlibat pencurian burung.

Susanto menderita sejumlah luka diduga kuat karena dianiaya oknum polisi dari Polres Wonogiri saat dilakukan penyidikan. Lukanya antara lain; bekas jeratan di leher, patah tulang jari kelingking tangan kiri, dan luka memar di beberapa bagian tubuh.

Saat menangkap Susanto, petugas Polres Wonogiri berkoordinasi dengan anggota Polres Sukoharjo. Masing-masing anggota Polres Wonogiri itu adalah Aiptu Panut Supriyanto (anggota Polsek Jatipurno), Bripka Agus Suhartono (anggota Polsek Eromoko), Bripka Ropii (Anggota Polsek Kismantoro), dan Briptu Aditia (Anggota Polsek Wuryantoro).

Sementara anggota dari Polres Sukoharjo itu masing-masing; Brigadir Didik Yuli Prasetyo, Briptu Nanang Wahyudi, Briptu Maliki Ibnu Umar dan Bripda Candra Hermawan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djihartono mengatakan, empat anggota Polres Wonogiri itu sedang ditangani pihak Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah.

“Mereka melakukan penganiayaan berat kepada Susanto, seorang pengamen, selain mengalami beberapa luka, Susanto juga mengalami patah jari kelingking, ini membuat yang bersangkutan tidak bisa menjalankan profesinya sebagai pengamen, ini tergolong pelanggaran berat dan terancam PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (8/2/2013).

Djihartono juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada empat anggota Polres Sukoharjo itu karena terlibat saat penangkapan.

“Hasil pemeriksaan sementara, luka yang dialami Susanto karena dipukul rotan di bagian punggung dan jari tangan, kami akan periksa semuanya, siapapun yang terbukti terlibat akan dicopot, tak terkecuali Kapolsek, Kasat Reskrim ataupun Kapolres,” tegasnya.

Tindakan tegas itu, kata Djihartono, karena anggota terbukti melanggar kode etik dan disiplin Polri. Selain itu, Djihartono berjanji oknum-oknum polisi itu juga akan diproses secara pidana terkait penganiayaan terhadap pengamen tersebut.

“Kami atas nama Polda Jawa Tengah, meminta maaf kepada Susanto dan pihak keluarga atas insiden ini, kami akan tanggung penuh biaya pengobatannya,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Alex Alim Rewos membenarkan jika pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum polisi terkait penganiayaan tersebut.

“Iya, pemeriksaan sedang kami lakukan, mereka diperiksa di Mapolda,” timpalnya.

Insiden bermula pada Sabtu 2 Februari 2013, tim dari Polres Wonogiri, yakni Aiptu Panut Supriyanto (anggota Polsek Jatipurno), Bripka Agus Suhartono (anggota Polsek Eromoko), Bripka Ropii (Anggota Polsek Kismantoro) dan Briptu Aditia (Anggota Polsek Wuryantoro) melakukan koordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Sukoharjo untuk menangani kasus pencurian sepeda motor.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top