2 Desa di Kecamatan Bua Banjir, Puluhan Rumah Warga Terendam
Rabu, 16 Maret 2022 - 23:29 WIB
loading...
Banjir di salah satu daerah di Kabupaten Luwu beberapa hari lalu. Pada Rabu (16/3/2022) malam tadi, banjir kembali terjadi pada dua desa di Kecamatan Bua. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Desa Raja dan Desa Pemmesakkang di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu kembali dilanda banjir, Rabu (16/3/2022), sekitar pukul 20.45 malam. Dua desa ini memang merupakan "langganan" banjir.
Hasil pantauan SINDOnews, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, debit air di Sungai Kandoa-Balambang, meningkat dan naik ke permukiman warga bahkan hingga jalan poros Desa Raja.
Baca juga: Empat Desa di Kabupaten Luwu Terdampak Bencana Banjir
Sejumlah warga di Dusun Pantau Bahari, terpaksa mengungsi dan mengamankan barang berharga miliknya, termasuk barang elektronik seperti mesin cuci dan kulkas.
"Banjir datang sekira pukul 20.45, dan mulai menggenangi sejumlah rumah warga, termasuk rumah kami," ujar Basman, warga Dusun Pantai Bahari, Desa Raja.
"Pukul 21.30 banjir sudah surut, namun kami tetap berjaga-jaga karena masih hujan apa lagi air pasang," lanjutnya.
Sekretaris Desa Raja, Erwin Amrullah, kepada SINDOnews menyampaikan bahwa puluhan rumah warga di Dusun Pantai Bahari, tergenang air.
Baca juga: 96 Rumah di 11 Desa Terdampak Banjir di Kabupaten Luwu
"Rata-rata rumah warga yang berada di sebelah utara jalan, di sekitaran bantaran sungai, tergenang air. Alhamdulillah, sekarang pukul 22.00 Wita, air sudah surut, beberapa warga mulai membersihkan bekas genangan air," ungkap Erwin.
Dia menjelaskan, Dusun Pantai Bahari, memang menjadi salah satu daerah langganan banjir ketika hujan deras.
"Bukan air genangan tetapi memang banjir dari sungai sehingga airnya cukup deras namun cepat surut. Yang dikhawatirkan warga ketika banjir disertai air pasang, ini yang menyebabkan banjir lama surut," jelasnya.
Baca juga: Basmin Mattayang Resmi Buka MTQ Tingkat Kabupaten Luwu
Selain Desa Raja, banjir juga menerjang sejumlah rumah warga di Dusun Bajawa, Desa Pammesakkang. "Di Dusun Banawa Desa Pammesakkang, sejumlah rumah warga terkena banjir," ujar Alim Badewi, tokoh masyarakat di desa tersebut.
Hingga berita ini turun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, belum turun memantau lokasi banjir dan kondisi warga.
Hasil pantauan SINDOnews, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, debit air di Sungai Kandoa-Balambang, meningkat dan naik ke permukiman warga bahkan hingga jalan poros Desa Raja.
Baca juga: Empat Desa di Kabupaten Luwu Terdampak Bencana Banjir
Sejumlah warga di Dusun Pantau Bahari, terpaksa mengungsi dan mengamankan barang berharga miliknya, termasuk barang elektronik seperti mesin cuci dan kulkas.
"Banjir datang sekira pukul 20.45, dan mulai menggenangi sejumlah rumah warga, termasuk rumah kami," ujar Basman, warga Dusun Pantai Bahari, Desa Raja.
"Pukul 21.30 banjir sudah surut, namun kami tetap berjaga-jaga karena masih hujan apa lagi air pasang," lanjutnya.
Sekretaris Desa Raja, Erwin Amrullah, kepada SINDOnews menyampaikan bahwa puluhan rumah warga di Dusun Pantai Bahari, tergenang air.
Baca juga: 96 Rumah di 11 Desa Terdampak Banjir di Kabupaten Luwu
"Rata-rata rumah warga yang berada di sebelah utara jalan, di sekitaran bantaran sungai, tergenang air. Alhamdulillah, sekarang pukul 22.00 Wita, air sudah surut, beberapa warga mulai membersihkan bekas genangan air," ungkap Erwin.
Dia menjelaskan, Dusun Pantai Bahari, memang menjadi salah satu daerah langganan banjir ketika hujan deras.
"Bukan air genangan tetapi memang banjir dari sungai sehingga airnya cukup deras namun cepat surut. Yang dikhawatirkan warga ketika banjir disertai air pasang, ini yang menyebabkan banjir lama surut," jelasnya.
Baca juga: Basmin Mattayang Resmi Buka MTQ Tingkat Kabupaten Luwu
Selain Desa Raja, banjir juga menerjang sejumlah rumah warga di Dusun Bajawa, Desa Pammesakkang. "Di Dusun Banawa Desa Pammesakkang, sejumlah rumah warga terkena banjir," ujar Alim Badewi, tokoh masyarakat di desa tersebut.
Hingga berita ini turun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, belum turun memantau lokasi banjir dan kondisi warga.
(luq)
Lihat Juga :