Pedagang di Natuna Keluhkan Minyak Goreng yang Masih Langka dan Mahal
Selasa, 15 Maret 2022 - 04:49 WIB
loading...
A
A
A
Sementara anggota Komisi II DPRD Natuna, Eryandy mendesak Pemkab Natuna mengatasi permasalahan ini. Polisiti Partai Perindo di Natuna ini meminta Dinas Perindustrian, Pedagangan, dan Koperasi Usaha Mikro (Disperindagkopum) untuk menghubungi distributor yang ada di Tanjungpinang, Batam, atau Pontianak agar segera menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat.
Dia tidak ingin masyarakat di Natuna menjadi susah akibat kelangkaan minyak goreng dan mahalnya harga gas elpiji di Natuna. "Saya mohon dan minta untuk bertindak cepat. Hubungi distributor di sana atau koordinasi dengan pihak kapal yang mengangkut bahan sembako masyarakat kita," kata Eryandy.
Kepala Disperindagkopum Natuna, Marwan Syah Putra mengatakan, kelangkaan terjadi karenak kapal barang yang biasa membawa kebutuhan sembako masyarakat Natuna, masih belum tiba di Ranai. Seluruh kebutuhan bahan pokok berasal dari distributor yang berada di Tanjungpinang, Batam, dan Pontianak.
"Kapal-kapal barang itu baru sekitar seminggu lewat dari Natuna. Nah saat ini posisi masih berada dalam perjalanan dari Tanjungpinang. Kalau kapal sudah masuk, Insha Allah stok minyak goreng ada lagi," jelas Marwan.
Menurutnya, harga jual minyak goreng nonsubsidi yang mahal saat ini merupakan hal yang wajar. Sedangkan untuk minyak goreng subsidi satu harga yang ditetapkan oleh pemerintah, Kabupaten Natuna menerapkan harga yang berbeda akibat tingginya biaya transportasi.
Dia tidak ingin masyarakat di Natuna menjadi susah akibat kelangkaan minyak goreng dan mahalnya harga gas elpiji di Natuna. "Saya mohon dan minta untuk bertindak cepat. Hubungi distributor di sana atau koordinasi dengan pihak kapal yang mengangkut bahan sembako masyarakat kita," kata Eryandy.
Kepala Disperindagkopum Natuna, Marwan Syah Putra mengatakan, kelangkaan terjadi karenak kapal barang yang biasa membawa kebutuhan sembako masyarakat Natuna, masih belum tiba di Ranai. Seluruh kebutuhan bahan pokok berasal dari distributor yang berada di Tanjungpinang, Batam, dan Pontianak.
"Kapal-kapal barang itu baru sekitar seminggu lewat dari Natuna. Nah saat ini posisi masih berada dalam perjalanan dari Tanjungpinang. Kalau kapal sudah masuk, Insha Allah stok minyak goreng ada lagi," jelas Marwan.
Menurutnya, harga jual minyak goreng nonsubsidi yang mahal saat ini merupakan hal yang wajar. Sedangkan untuk minyak goreng subsidi satu harga yang ditetapkan oleh pemerintah, Kabupaten Natuna menerapkan harga yang berbeda akibat tingginya biaya transportasi.
Lihat Juga :