Catat! Ini 3 Modus Siswa Titipan saat PPDB Online
Selasa, 16 Juni 2020 - 13:06 WIB
loading...
Masyarakat diminta mewaspadai adanya modus titip menitip siswa saat pelaksanaan proses penerimaan siswa baru (PPDB) online. (Foto/SINDOphoto/Dok)
A
A
A
BANDUNG - Masyarakat diminta mewaspadai adanya modus titip menitip siswa saat pelaksanaan proses penerimaan siswa baru (PPDB) online . Modus ini biasanya terjadi setiap tahun, memanfaatkan kekosongan kuota tiap kelas.
Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan mengatakan, setidaknya ada empat modus titip menitip siswa pada proses PPDB baik untuk tingkat SMA/SMK/ sederajat atau SD dan SMP.
Modus pertama, yaitu sekolah tidak memaksimalkan kuota. Misalnya dalam PPDB online telah ditetapkan kuota 34 orang per kelas. Namun pada kenyataannya, setelah masuk biasanya jumlah siswa digenapkan menjadi 36 siswa per kelas. (BACA JUGA: Soal Dukungan untuk Anak-Menantu Jokowi, Gerindra Berharap Juli Sudah Jelas)
"Artinya, akan ada bangku cadangan sampai 20 orang per sekolah. Atau bahkan bisa tambah kelas. Ini tidak menutup kemungkinan dipungut uang pelicin," kata Iwan, Selasa (16/6/2020).
Kedua, selain memanfaatkan kuota kelas, oknum sekolah biasanya akan memanfaatkan kuota kosong dari jalur siswa miskin, anak berkebutuhan khusus, jalur pindahan, atau putra dan putri tenaga kesehatan.
Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan mengatakan, setidaknya ada empat modus titip menitip siswa pada proses PPDB baik untuk tingkat SMA/SMK/ sederajat atau SD dan SMP.
Modus pertama, yaitu sekolah tidak memaksimalkan kuota. Misalnya dalam PPDB online telah ditetapkan kuota 34 orang per kelas. Namun pada kenyataannya, setelah masuk biasanya jumlah siswa digenapkan menjadi 36 siswa per kelas. (BACA JUGA: Soal Dukungan untuk Anak-Menantu Jokowi, Gerindra Berharap Juli Sudah Jelas)
"Artinya, akan ada bangku cadangan sampai 20 orang per sekolah. Atau bahkan bisa tambah kelas. Ini tidak menutup kemungkinan dipungut uang pelicin," kata Iwan, Selasa (16/6/2020).
Kedua, selain memanfaatkan kuota kelas, oknum sekolah biasanya akan memanfaatkan kuota kosong dari jalur siswa miskin, anak berkebutuhan khusus, jalur pindahan, atau putra dan putri tenaga kesehatan.
Lihat Juga :