Anies Blak-blakan Kerja Keras yang Dilakukan Jakarta Bisa Keluar dari Kemacetan
Sabtu, 12 Maret 2022 - 23:36 WIB
loading...
A
A
A
"Lalu rutenya, di tahun 2017 hanya 109 rute, dan tahun 2021 menjadi 248 rute. Jadi lompat 2 kali lipat. Kemudian jumlah armadanya semula hanya 2.300 dan kini armadanya sudah 4.100. Ada lompatan dua kali lipatm" beber Anies.
Ketika moda transportasi ini sudah dilakukan secara terintegrasi, maka pengalaman menggunakan kendaraan umum membuat warga memilih untuk meneruskan penggunaan kendaraan umum dan punya dampak pada masyarakat sekitarnya. Sebab promotor yang paling baik atau marketer yang paling baik adalah cerita dan pengalaman orang lain.
"Ditambah lagi stasiun kerata api di Jakarta kita integrasikan. Jadi stasiun kereta api dengan kendaraan angkutan darat itu disiapkan fasilitasnya untuk menjadi satu kesatuan. Saat ini sudah ada 8 stasiun KRL yang tuntas direvitalisasi," kata Anies.
DKI juga fokus pada pembangunan trotoar. Selama ini pembangunan akes transportasi di Jakarta hanya berorientasi pada kendaraan pribadi. Dimana jalan dibangun hanya untuk roda, tidak dibangun untuk kaki.
"Sekarang yang kita lakukan di Jakarta adalah complete street. Artinya, jalan itu disiapkan untuk roda dan disiapkan untuk pejalan kaki. Jika kita naik kendaraan pribadi tidak perlu trotoar. Tapi kalau kita menggunakan kendaraan umum maka dari rumah dia harus berjalan kaki sampai di halte. Ketika sampai di halte tujuan dia harus berjalan kaki ke tempat kerja, atau ke tempat sekolah, atau tempat tujuan lainnya. Jadi trotoar itu adalah pasangannya kendaraan umum," beber Anies.
Dengan cara seperti itu maka massyarakat mulai menggunakan kendaraan umum, karena bisa jalan nyaman di trotoar. Saat ini telah terbangun 364 km trotoar di Jakarta.
"Jadi bukan hanya di kawasan Sudirman saja, mungkin yang paling banyak di foto adalah jalan itu, tetapi sesungguhnya ada 364 km trotoar yang terbangun. Disiapkan juga jalur khusus sepeda, sekarang ada 12 km lebih dari 50 km jalur sepeda yang bersamaan dengan kendaraan-kendaraan umum lain. Lalu ada 63 spot untuk bike sharing atau tempat berbagi sepeda di kawasan transit yang ada di Jakarta," tukasnya.
"Tetapi itu semua tidak akan berdampak bila warga Jakarta tidak menggunakannya. Kita bersyukur bahwa warga Jakarta merespons dengan baik, berbondong-bondong menggunakan kendaraan umum, beramai-ramai menggunakan trotoar, beramai-ramai menggunakan sepeda. Maka terjadilah perubahan di kota ini. Jadi ini adalah prestasi bersama, kerja bersama. Tanggung jawab kami di pemerintahan menyiapkan infrastrukturnya, tanggung jawab dari masyarakat adalah memanfaatkannya," pungkasnya.
Ketika moda transportasi ini sudah dilakukan secara terintegrasi, maka pengalaman menggunakan kendaraan umum membuat warga memilih untuk meneruskan penggunaan kendaraan umum dan punya dampak pada masyarakat sekitarnya. Sebab promotor yang paling baik atau marketer yang paling baik adalah cerita dan pengalaman orang lain.
"Ditambah lagi stasiun kerata api di Jakarta kita integrasikan. Jadi stasiun kereta api dengan kendaraan angkutan darat itu disiapkan fasilitasnya untuk menjadi satu kesatuan. Saat ini sudah ada 8 stasiun KRL yang tuntas direvitalisasi," kata Anies.
DKI juga fokus pada pembangunan trotoar. Selama ini pembangunan akes transportasi di Jakarta hanya berorientasi pada kendaraan pribadi. Dimana jalan dibangun hanya untuk roda, tidak dibangun untuk kaki.
"Sekarang yang kita lakukan di Jakarta adalah complete street. Artinya, jalan itu disiapkan untuk roda dan disiapkan untuk pejalan kaki. Jika kita naik kendaraan pribadi tidak perlu trotoar. Tapi kalau kita menggunakan kendaraan umum maka dari rumah dia harus berjalan kaki sampai di halte. Ketika sampai di halte tujuan dia harus berjalan kaki ke tempat kerja, atau ke tempat sekolah, atau tempat tujuan lainnya. Jadi trotoar itu adalah pasangannya kendaraan umum," beber Anies.
Dengan cara seperti itu maka massyarakat mulai menggunakan kendaraan umum, karena bisa jalan nyaman di trotoar. Saat ini telah terbangun 364 km trotoar di Jakarta.
"Jadi bukan hanya di kawasan Sudirman saja, mungkin yang paling banyak di foto adalah jalan itu, tetapi sesungguhnya ada 364 km trotoar yang terbangun. Disiapkan juga jalur khusus sepeda, sekarang ada 12 km lebih dari 50 km jalur sepeda yang bersamaan dengan kendaraan-kendaraan umum lain. Lalu ada 63 spot untuk bike sharing atau tempat berbagi sepeda di kawasan transit yang ada di Jakarta," tukasnya.
"Tetapi itu semua tidak akan berdampak bila warga Jakarta tidak menggunakannya. Kita bersyukur bahwa warga Jakarta merespons dengan baik, berbondong-bondong menggunakan kendaraan umum, beramai-ramai menggunakan trotoar, beramai-ramai menggunakan sepeda. Maka terjadilah perubahan di kota ini. Jadi ini adalah prestasi bersama, kerja bersama. Tanggung jawab kami di pemerintahan menyiapkan infrastrukturnya, tanggung jawab dari masyarakat adalah memanfaatkannya," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :