Wawali Kota Bogor Berharap Pemerintah Tak Keluarkan Kebijakan Kontraproduktif Terkait Covid-19
Sabtu, 12 Maret 2022 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan-kebijakan yang dimaksud lebih kepada kegiatan sosial dan kemasyarakatan atau pada sektor olahraga. Karena, indivudu dalam kegiatan tersebut lebih beragam sehingga patut untuk diwaspadai. Baca: Berkurang 281 Orang, Wisma Atlet Kemayoran Rawat 2.058 Pasien Covid-19
"Bukan hanya Commuter Line, mungkin kan Commuter Line itu satu komunitas mereka sudah paham memakai masker dan sebagainya. Tapi misalnya ada kegiatan sosial kemasyarakatan atau olahraga yang justru beragam bukan dalam satu entitas ini kelihatannya yang perlu kita waspadai. Bukan berarti saat ini, saat yang tepat untuk melonggarkan di semua lini tetapi kita harus mewaspadai jangan sampai terjadi lonjakan kasus baru yang justru merugikan kita semua itu yang ingin kita pahami kepada masyarakat," ungkapnya.
Untuk kondisi di Kota Bogor, Dedie tak menampik bahwasanya masih banyak masyarakat yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga jangan sampai adanya pelonggaran-pelonggaran justru bisa berpotensi menimbulkan kasus baru di kemudian hari.
"Justru kita lakukan pembatasan-pembatasan dengan adanya kebijakan baru ini tentunya ya tadi, kita ingin memastikan prokes itu tetap diterapkan. Sekarang kan PPKM Level 2, jangankan level 2, level 3 saja masih banyak masyarakat yang abai. PPKM Level 2 ini kalau diikuti dengan berbagai kebijakan yang tadi yang terlalu melonggarkan, ya paling tidak menurut saya kasih waktu sampai awal bulan puasa baru kita bisa melakukan pelonggaran lebih luas," ucapnya.
"Bukan hanya Commuter Line, mungkin kan Commuter Line itu satu komunitas mereka sudah paham memakai masker dan sebagainya. Tapi misalnya ada kegiatan sosial kemasyarakatan atau olahraga yang justru beragam bukan dalam satu entitas ini kelihatannya yang perlu kita waspadai. Bukan berarti saat ini, saat yang tepat untuk melonggarkan di semua lini tetapi kita harus mewaspadai jangan sampai terjadi lonjakan kasus baru yang justru merugikan kita semua itu yang ingin kita pahami kepada masyarakat," ungkapnya.
Untuk kondisi di Kota Bogor, Dedie tak menampik bahwasanya masih banyak masyarakat yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga jangan sampai adanya pelonggaran-pelonggaran justru bisa berpotensi menimbulkan kasus baru di kemudian hari.
"Justru kita lakukan pembatasan-pembatasan dengan adanya kebijakan baru ini tentunya ya tadi, kita ingin memastikan prokes itu tetap diterapkan. Sekarang kan PPKM Level 2, jangankan level 2, level 3 saja masih banyak masyarakat yang abai. PPKM Level 2 ini kalau diikuti dengan berbagai kebijakan yang tadi yang terlalu melonggarkan, ya paling tidak menurut saya kasih waktu sampai awal bulan puasa baru kita bisa melakukan pelonggaran lebih luas," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :