Wawali Kota Bogor Berharap Pemerintah Tak Keluarkan Kebijakan Kontraproduktif Terkait Covid-19
Sabtu, 12 Maret 2022 - 15:10 WIB
loading...
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.Foto/Tangkapan Layar/Ist
A
A
A
JAKARTA - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim berharap pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang berpotensi kontraproduktif terkait persoalan Covid-19. Meski saat ini kasus Covid-19 telah menurun, kelonggaran-kelonggaran saat ini dikhawatirkan membuat kasus Covid-19 mengalami kenaikan.
Hal tersebut dikatakan Dedie dalam acara Diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tema 'Bersiap Hidup di Era Pandemi melalui live streaming, Sabtu (12/3/2032). Menurut dia, kasus Covid-19 di Kota Bogor saat ini sudah terkendali. Karena, dilihat dari kasus positif harian sudah mengalami penurunan dan juga angka keterisian tempat tidur yang rendah.
"Sejauh ini jumlah kasus harian sudah menurun tajam hampir sama dengan daerah lain di Indonesia. Juga kasus positif aktif di bawah 5.000 orang dan BOR kita masih rendah diangka 23-25 persen artinya kondisi ini terkendali. Artinya pemulihan ekonomi dan juga memasuki kembali pendidikan tatap muka dan kegiatan sosial budaya kelihatannya sudah bisa mulai kita lakukan secara bertahap," kata Dedie.
Meski begitu, Dedie berharap jangan sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpotensi kontraproduktif. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan kasus baru yang bisa membuat angka Covid-19 kembali naik dan merugikan semua.
"Saya mendengar di beberapa tempat misalnya boleh kegiatan-kegiatan yang tanpa jarak sebetulnya ini berbahaya juga. Takutnya kan situasinya masih belum terlalu pasti ya apakah betul apabila kita longgarkan semuanya tidak ada lagi kenaikan kasus Covid-19," ujarnya.
Hal tersebut dikatakan Dedie dalam acara Diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tema 'Bersiap Hidup di Era Pandemi melalui live streaming, Sabtu (12/3/2032). Menurut dia, kasus Covid-19 di Kota Bogor saat ini sudah terkendali. Karena, dilihat dari kasus positif harian sudah mengalami penurunan dan juga angka keterisian tempat tidur yang rendah.
"Sejauh ini jumlah kasus harian sudah menurun tajam hampir sama dengan daerah lain di Indonesia. Juga kasus positif aktif di bawah 5.000 orang dan BOR kita masih rendah diangka 23-25 persen artinya kondisi ini terkendali. Artinya pemulihan ekonomi dan juga memasuki kembali pendidikan tatap muka dan kegiatan sosial budaya kelihatannya sudah bisa mulai kita lakukan secara bertahap," kata Dedie.
Meski begitu, Dedie berharap jangan sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpotensi kontraproduktif. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan kasus baru yang bisa membuat angka Covid-19 kembali naik dan merugikan semua.
"Saya mendengar di beberapa tempat misalnya boleh kegiatan-kegiatan yang tanpa jarak sebetulnya ini berbahaya juga. Takutnya kan situasinya masih belum terlalu pasti ya apakah betul apabila kita longgarkan semuanya tidak ada lagi kenaikan kasus Covid-19," ujarnya.
Lihat Juga :