Turun 2.679, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 25.364
Sabtu, 12 Maret 2022 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.173.761 dengan tingkat kesembuhan 96,7%, dan total 14.881 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6%," paparnya.
Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 191.579 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 944.741 per sejuta penduduk," ucapnya.
Lebih lanjut, Dwi menyebut kasus positivity rate di Ibu Kota masih diatas standar organisasi kesehatan dunia atau WHO. Baca juga: Satgas: Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia Lampaui Rata-rata Kasus Aktif Dunia
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,0%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 12,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tuturnya.
Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 191.579 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 944.741 per sejuta penduduk," ucapnya.
Lebih lanjut, Dwi menyebut kasus positivity rate di Ibu Kota masih diatas standar organisasi kesehatan dunia atau WHO. Baca juga: Satgas: Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia Lampaui Rata-rata Kasus Aktif Dunia
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,0%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 12,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tuturnya.
(mhd)
Lihat Juga :