Jatim Dapat Kuota 63 KK untuk Program Transmigrasi 2022 ke Kalimantan dan Sulawesi
Jum'at, 11 Maret 2022 - 15:35 WIB
loading...
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Foto: Lukman/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendukung upaya pemerintah merevitalisasi program transmigrasi, melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga dan swasta.
Menurutnya, transmigrasi dapat menjadi menjadi solusi bagi upaya pembauran serta atasi masalah kemiskinan, pengangguran, serta permukiman (sandang, pangan, dan papan).
Selain itu juga menjadi salah satu cara untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Provinsi Jawa Timur siap mensukseskan kebijakan revitalisasi transmigrasi ini," katanya dalam Rakor Nasional Transmigrasi, Jumat (11/3/2022).
Baca juga: Bupati Enrekang Dukung Program Transmigrasi di Desa Matajang
Khofifah menyebut, secara faktual transmigrasi mampu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru yang mendorong aktivitas sosial ekonomi.
Dengan revitalisasi transmigrasi, problem sosial seperti kehidupan kumuh di kota-kota besar bisa teratasi. "Laju urbanisasi bisa ditekan dan keinginan masyarakat untuk bekerja menjadi TKI ke luar negeri juga berkurang," ujarnya.
Menurutnya, transmigrasi dapat menjadi menjadi solusi bagi upaya pembauran serta atasi masalah kemiskinan, pengangguran, serta permukiman (sandang, pangan, dan papan).
Selain itu juga menjadi salah satu cara untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Provinsi Jawa Timur siap mensukseskan kebijakan revitalisasi transmigrasi ini," katanya dalam Rakor Nasional Transmigrasi, Jumat (11/3/2022).
Baca juga: Bupati Enrekang Dukung Program Transmigrasi di Desa Matajang
Khofifah menyebut, secara faktual transmigrasi mampu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru yang mendorong aktivitas sosial ekonomi.
Dengan revitalisasi transmigrasi, problem sosial seperti kehidupan kumuh di kota-kota besar bisa teratasi. "Laju urbanisasi bisa ditekan dan keinginan masyarakat untuk bekerja menjadi TKI ke luar negeri juga berkurang," ujarnya.
Lihat Juga :