Pandemi Corona di Wuhan Reda, COVID-19 Muncul di Kota Harbin, China
Jum'at, 24 April 2020 - 10:45 WIB
loading...
Peta wilayah Kota Harbin, Provinsi Heilongjang, China, tempat virus Corona atau COVID-19 muncul lagi. Foto/Mail Online
A
A
A
HARBIN - Pemerintah Kota Harbin di Provinsi Heilongjang, China, langsung memberlakukan lockdown atau karantina wilayah setelah menemukan kasus COVID-19. Di kota berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, dilaporkan sudah ada 70 orang terinfeksi virus Corona dan lebih dari 4.000 orang lainnya sedang dites COVID-19.
Kasus di Kota Harbin muncul setelah pandemi virus Corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, mereda. Menurut laporan media lokal, virus itu diyakini "diimpor" ke megacity tersebut oleh seorang pelajar yang kembali dari New York, Amerika Serikat (AS).
Para pejabat telah melarang pertemuan publik dan memerintahkan masyarakat untuk memonitor secara dekat pengunjung dan kendaraan non-lokal. Pos pemeriksaan telah dipasang di bandara dan stasiun kereta api, untuk menyaring mereka yang datang dari tempat lain. Warga di kota tersebut kini dirundung ketakutan karena khawatir akan tertular virus Corona.
"Saya tidak akan membawa anak perempuan atau orang tua saya ke luar lagi. Jika kami membutuhkan makanan atau sayuran, kami hanya membiarkan suami saya membelinya dalam perjalanan pulang," kata seorang warga Harbin berusia 34 tahun yang mengidentifikasi dirinya sebagai Sun.
Pada awal April, Harbin mengadopsi kebijakan karantina selama 28 hari untuk pengunjung dari luar negeri. Mereka yang datang tiba diberikan tes asam nukleat dan antibodi. (Baca juga; UPDATE Corona: 2,6 Juta Terinfeksi, AS dan Eropa Masih yang Tertinggi )
Kasus di Kota Harbin muncul setelah pandemi virus Corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, mereda. Menurut laporan media lokal, virus itu diyakini "diimpor" ke megacity tersebut oleh seorang pelajar yang kembali dari New York, Amerika Serikat (AS).
Para pejabat telah melarang pertemuan publik dan memerintahkan masyarakat untuk memonitor secara dekat pengunjung dan kendaraan non-lokal. Pos pemeriksaan telah dipasang di bandara dan stasiun kereta api, untuk menyaring mereka yang datang dari tempat lain. Warga di kota tersebut kini dirundung ketakutan karena khawatir akan tertular virus Corona.
"Saya tidak akan membawa anak perempuan atau orang tua saya ke luar lagi. Jika kami membutuhkan makanan atau sayuran, kami hanya membiarkan suami saya membelinya dalam perjalanan pulang," kata seorang warga Harbin berusia 34 tahun yang mengidentifikasi dirinya sebagai Sun.
Pada awal April, Harbin mengadopsi kebijakan karantina selama 28 hari untuk pengunjung dari luar negeri. Mereka yang datang tiba diberikan tes asam nukleat dan antibodi. (Baca juga; UPDATE Corona: 2,6 Juta Terinfeksi, AS dan Eropa Masih yang Tertinggi )
Lihat Juga :