Demi 2 Liter Minyak Goreng, Warga Pangandaran Rela Berdiri Mengantre Berjam-jam
Senin, 07 Maret 2022 - 05:53 WIB
loading...
Warga rela mengantre berjam-jam di salah satu minimarket di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, demi mendapatkan minyak goreng. Foto/iNews TV/Irfan Ramdiansya
A
A
A
PANGANDARAN - Hanya demi mendapatkan dua liter minyak goreng, warga di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, harus rela mengantre berjam-jam. Mereka harus mengantre untuk mendapatkan minyak goreng yang semakin langka, dan harganya tinggi.
Baca juga: Kelangkaan Minyak Goreng, Momentum Ubah Pola Hidup Jadi Lebih Sehat
Salah seorang warga yang turut mengantre untuk mendapatkan minyak goreng, Wiwi mengaku, rela mengantre karena harganya murah dari pada membeli di warung-warung yang harganya masih tinggi.
"Di warung-warung ada minyak goreng, tetapi harganya mahal. Makanya saya memilih mengantre di minimarket untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau, meskipun hanya boleh beli dua liter saja," tuturnya.
Baca juga: Penuh Semangat, Pensiunan Guru hingga Tukang Sayur Dukung Anies Baswedan Jadi Capres
Meski sudah mengantri berjam-jam, banyak juga warga yang harus gigit jari karena persediaan minyak goreng di minimarket tersebut telah habis. Salah satunya dialami Nani. "Ya kecewalah, sudah jauh-jauh datang dan antre lama, ternyata tidak kebagian minyak goreng," ungkapnya.
Baca juga: Jembatan Tiba-tiba Patah, Bapak dan Anak Jatuh ke Sungai Leuweung Hejo
Karyawan minimarket, Gigit mengaku, kiriman minyak goreng yang datang ada sebanyak 20 karton yang masing-masing berisi 12 kemasan ukuran satu liter. "Hanya dalam sekejap habis, dan belum tahun kapan lagi kiriman minyak gorengnya datang," ujar Gigit.
Baca juga: Kelangkaan Minyak Goreng, Momentum Ubah Pola Hidup Jadi Lebih Sehat
Salah seorang warga yang turut mengantre untuk mendapatkan minyak goreng, Wiwi mengaku, rela mengantre karena harganya murah dari pada membeli di warung-warung yang harganya masih tinggi.
"Di warung-warung ada minyak goreng, tetapi harganya mahal. Makanya saya memilih mengantre di minimarket untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau, meskipun hanya boleh beli dua liter saja," tuturnya.
Baca juga: Penuh Semangat, Pensiunan Guru hingga Tukang Sayur Dukung Anies Baswedan Jadi Capres
Meski sudah mengantri berjam-jam, banyak juga warga yang harus gigit jari karena persediaan minyak goreng di minimarket tersebut telah habis. Salah satunya dialami Nani. "Ya kecewalah, sudah jauh-jauh datang dan antre lama, ternyata tidak kebagian minyak goreng," ungkapnya.
Baca juga: Jembatan Tiba-tiba Patah, Bapak dan Anak Jatuh ke Sungai Leuweung Hejo
Karyawan minimarket, Gigit mengaku, kiriman minyak goreng yang datang ada sebanyak 20 karton yang masing-masing berisi 12 kemasan ukuran satu liter. "Hanya dalam sekejap habis, dan belum tahun kapan lagi kiriman minyak gorengnya datang," ujar Gigit.
(eyt)
Lihat Juga :