Gubernur NTT Minta Kepala Daerah Dukung Penuh RAN PASTI
Jum'at, 04 Maret 2022 - 17:11 WIB
loading...
Gubernur NTT Vicktor Bungtilu Laiskodat berkomitmen dan dukungan penuh akan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI). Foto/Ilustrasi/BKKBN
A
A
A
KUPANG - Komitmen dan dukungan penuh akan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI) terus bergulir dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur, kali ini dukungan dan komitmen datang dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Vicktor Bungtilu Laiskodat.
Gubernur merasa malu nama NTT hanya dikenal masyarakatluar daerah sebagai juaranya kemikiskinan dan angka stunting.
Baca juga: Menko PMK: Perlu Kerja Keras untuk Capai Target Penurunan Stunting
"Saya mengajak kita semua untuk bekerja maksimal dalam pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka stunting. Mulai hari ini, saya perintahkan kepada semua jajaran dan kepada seluruh kepala daerah se-NTT untuk menggunakan data akurat yang dimiliki BKKBN dalam memetakan keluarga yang memiliki anak stunting dan keluarga yang berpotensi stunting," kata Vicktor Laiskodat dalam sosialiasi RAN PASTI yang diadakan di Kupang, Jumat (4/32022).
Di menyatakan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tentang keluarga yang by name by addres sangat memudahkan untuk melakukan intervensi kepada keluarga yang berpotensi stunting.
Menurut mantan anggota DPR RI itu, tidak ada cara lain untuk menurunkan angka stunting selain berkolaborasi dengan semua kalangan di NTT. Dirinya tidak ingin ada kepala daerah yang hanya duduk di kantor saja. Melainkan harus turun langsung ke desa-desa untuk memonitor langsung soal stunting di daerahnya masing-masing.
"Jika ada program yang tidak berjalan dengan benar di daerah, maka saya akan salahkan kemana saja bupati dan wali kotanya selama ini. Saya tidak mau lagi mendengar kabar ada 90 persen ibu-ibu warga Kabupaten Malaka yang kadar HB nya di bawah 90."
Baca juga: Sosialisasi RAN PASTI, BKKBN Minta Jateng Tak Ada Zona Merah Stunting di 2024
Gubernur merasa malu nama NTT hanya dikenal masyarakatluar daerah sebagai juaranya kemikiskinan dan angka stunting.
Baca juga: Menko PMK: Perlu Kerja Keras untuk Capai Target Penurunan Stunting
"Saya mengajak kita semua untuk bekerja maksimal dalam pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka stunting. Mulai hari ini, saya perintahkan kepada semua jajaran dan kepada seluruh kepala daerah se-NTT untuk menggunakan data akurat yang dimiliki BKKBN dalam memetakan keluarga yang memiliki anak stunting dan keluarga yang berpotensi stunting," kata Vicktor Laiskodat dalam sosialiasi RAN PASTI yang diadakan di Kupang, Jumat (4/32022).
Di menyatakan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tentang keluarga yang by name by addres sangat memudahkan untuk melakukan intervensi kepada keluarga yang berpotensi stunting.
Menurut mantan anggota DPR RI itu, tidak ada cara lain untuk menurunkan angka stunting selain berkolaborasi dengan semua kalangan di NTT. Dirinya tidak ingin ada kepala daerah yang hanya duduk di kantor saja. Melainkan harus turun langsung ke desa-desa untuk memonitor langsung soal stunting di daerahnya masing-masing.
"Jika ada program yang tidak berjalan dengan benar di daerah, maka saya akan salahkan kemana saja bupati dan wali kotanya selama ini. Saya tidak mau lagi mendengar kabar ada 90 persen ibu-ibu warga Kabupaten Malaka yang kadar HB nya di bawah 90."
Baca juga: Sosialisasi RAN PASTI, BKKBN Minta Jateng Tak Ada Zona Merah Stunting di 2024
Lihat Juga :