Harga Komoditas Cabai dan Bawang di Pasar Sinjai Melonjak
Jum'at, 04 Maret 2022 - 13:45 WIB
loading...
Seorang pedagang di Pasar Sinjai, Awi membeberkan kenaikan harga cabai dan bawang. Foto/Irman Bagoseng
A
A
A
SINJAI - Hampir sepekan harga komoditas cabai dan bawang merah di Pasar Sentral Kabupaten Sinjai melonjak secara signifikan.
Menurut Awi, seorang pedagang cabai dan bawang merah, harga komoditas tersebut naik hingga 35 persen.
Baca juga:Kabar Baik dari Pedagang Pasar, Harga Cabai Mulai Turun
"Hampir sepekan ini harga cabai dan bawang merah naik. Cabai dan bawang merah yang semula dibanderol dengan harga Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilo," urai Awi, Jumat (2/3/2022).
Dia melanjutkan, pembeli yang mayoritas merupakan ibu-ibu mengeluhkan naiknya harga komoditas tersebut.
"Banyak emak-emak yang menjerit dengan kenaikan harga komoditi ini, tapi mau diapa?," ungkap Awi pasrah.
Naiknya harga cabai dan bawang merah disebut disebabkan oleh minimnya produksi akibat gagal panen. Sehingga suplai yang kurang memicu terjadinya lonjakan harga.
Baca juga:Dipicu Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Rawit di KBB Masih Tinggi
Sementara Hasra, seorang warga Kabupaten Sinjai, berharap pemerintah dan pihak terkait bisa menemukan solusi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar. Terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang biasanya harga sejumlah komoditas naik signifikan.
"Adanya fluktuasi harga cabai dan bawang merah yang terus mengalami kecenderungan naik sejak sepekan ini, kami selaku masyarakat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait. Karena tidak menutup kemungkinan harga komuditi akan terus merangkak naik, terlebih jelang Ramadan," ungkapnya.
Menurut Awi, seorang pedagang cabai dan bawang merah, harga komoditas tersebut naik hingga 35 persen.
Baca juga:Kabar Baik dari Pedagang Pasar, Harga Cabai Mulai Turun
"Hampir sepekan ini harga cabai dan bawang merah naik. Cabai dan bawang merah yang semula dibanderol dengan harga Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilo," urai Awi, Jumat (2/3/2022).
Dia melanjutkan, pembeli yang mayoritas merupakan ibu-ibu mengeluhkan naiknya harga komoditas tersebut.
"Banyak emak-emak yang menjerit dengan kenaikan harga komoditi ini, tapi mau diapa?," ungkap Awi pasrah.
Naiknya harga cabai dan bawang merah disebut disebabkan oleh minimnya produksi akibat gagal panen. Sehingga suplai yang kurang memicu terjadinya lonjakan harga.
Baca juga:Dipicu Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Rawit di KBB Masih Tinggi
Sementara Hasra, seorang warga Kabupaten Sinjai, berharap pemerintah dan pihak terkait bisa menemukan solusi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar. Terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang biasanya harga sejumlah komoditas naik signifikan.
"Adanya fluktuasi harga cabai dan bawang merah yang terus mengalami kecenderungan naik sejak sepekan ini, kami selaku masyarakat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait. Karena tidak menutup kemungkinan harga komuditi akan terus merangkak naik, terlebih jelang Ramadan," ungkapnya.
(agn)
Lihat Juga :