Tingkatkan Produksi, Puan Maharani Dukung Modernisasi Pabrik Petrokimia Gresik
Kamis, 03 Maret 2022 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Puan, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengaku siap menjaga produktivitas pabrik pupuk Petrokimia Gresik. Sebagai produsen pupuk terlengkap di Indonesia, Petrokimia Gresik saat ini memasok enam jenis pupuk bersubsidi yaitu Urea, NPK, SP-36, ZA, Organik Granul dan Organik Cair.
Dari alokasi pupuk bersubsidi nasional sebanyak 9,1 juta ton, Petrokimia Gresik mendapat penugasan untuk menyalurkan sebanyak 5 juta ton. Selain itu, Petrokimia Gresik juga menyuplai 1,8 juta liter pupuk cair, serta melayani berbagai kebutuhan pupuk non-subsidi, baik retail maupun korporasi. Kapasitas produksi pabrik Petrokimia Gresik sendiri mencapai 8,9 juta ton yang terdiri dari produk pupuk maupun non pupuk (bahan kimia).
“Untuk memenuhi harapan tersebut, Petrokimia Gresik terus melakukan modernisasi pada utilitas pabrik, sehingga lebih handal dan mampu menjaga ketahanan pangan nasional melalui penyaluran pupuk yang tepat waktu,” jelasnya.
Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, Petrokimia Gresik saat ini memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang sebagian besar terdiri dari generasi milenial. Dwi Satriyo menilai para milenial Petrokimia Gresik sangat akrab dengan teknologi, sehingga upaya modernisasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan dengan baik dan membantu menjaga produktivitas pabrik. Baca: Safari Puan Maharani ke Jatim Disambut Lukisan Wajah hingga Teriakan Puan Presiden.
Selain modernisasi pabrik, Petrokimia Gresik juga telah menerapkan digitalisasi di berbagai lini perusahaan. Mulai dari produksi, distribusi, pemasaran, dan operasional lainnya. Kedepan, Petrokimia Gresik juga akan terus memperluas digitalisasi operasionalnya.
“Harapannya, perusahaan dapat berjalan dengan semakin efektif dan efisien,” pungkas Dwi Satriyo.
Dari alokasi pupuk bersubsidi nasional sebanyak 9,1 juta ton, Petrokimia Gresik mendapat penugasan untuk menyalurkan sebanyak 5 juta ton. Selain itu, Petrokimia Gresik juga menyuplai 1,8 juta liter pupuk cair, serta melayani berbagai kebutuhan pupuk non-subsidi, baik retail maupun korporasi. Kapasitas produksi pabrik Petrokimia Gresik sendiri mencapai 8,9 juta ton yang terdiri dari produk pupuk maupun non pupuk (bahan kimia).
“Untuk memenuhi harapan tersebut, Petrokimia Gresik terus melakukan modernisasi pada utilitas pabrik, sehingga lebih handal dan mampu menjaga ketahanan pangan nasional melalui penyaluran pupuk yang tepat waktu,” jelasnya.
Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, Petrokimia Gresik saat ini memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang sebagian besar terdiri dari generasi milenial. Dwi Satriyo menilai para milenial Petrokimia Gresik sangat akrab dengan teknologi, sehingga upaya modernisasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan dengan baik dan membantu menjaga produktivitas pabrik. Baca: Safari Puan Maharani ke Jatim Disambut Lukisan Wajah hingga Teriakan Puan Presiden.
Selain modernisasi pabrik, Petrokimia Gresik juga telah menerapkan digitalisasi di berbagai lini perusahaan. Mulai dari produksi, distribusi, pemasaran, dan operasional lainnya. Kedepan, Petrokimia Gresik juga akan terus memperluas digitalisasi operasionalnya.
“Harapannya, perusahaan dapat berjalan dengan semakin efektif dan efisien,” pungkas Dwi Satriyo.
(nag)
Lihat Juga :