Pengusaha di Depok Dirampok, Sekeluarga Disekap dengan Kaki dan Tangan Diikat
Rabu, 02 Maret 2022 - 17:08 WIB
loading...
Pemilik usaha elektronik di Kota Depok menjadi korban perampokan. Seluruh anggota keluarganya disekap dan diikat kaki tangan serta mulut dilakban. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
DEPOK - Pemilik usaha elektronik di Kota Depok, Ferly Wikarta (42), menjadi korban perampokan . Seluruh anggota keluarganya disekap dan diikat kaki, tangan serta mulut dilakban.
Bahkan kedua anak Ferly yang berusia 4 dan 6 tahun juga menyaksikan peristiwa itu. Namun kedua anaknya tidak ikut diikat dan dilakban mulutnya. Akibat perampokan itu korban mengalami kerugian Rp390 juta.
Baca juga: Begini Fakta Baru Kasus Penyekapan Pengusaha Depok
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoranmas, Depok, Selasa (1/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku masuk ke dalam rukonya sekitar tiga orang.
Mereka naik dari lantai 2 menuju lantai 4. Pelaku membawa senjata tajam dan mengancam akan membunuh jika melawan.
Baca juga: Tertarik Lowongan Kerja di Medsos, Gadis Ini Malah Dirampok dan Diperkosa
“Mba sama suster diikat dulu kaki dan tangannya, mulut disumpel. Rencong ditaro di sini, jadi kalau mbanya teriak diancam dibunuh, terus suruh kasih tahu di sini ada berapa orang semuanya,” ujar Ferly, Rabu (2/3/2022).
Bahkan kedua anak Ferly yang berusia 4 dan 6 tahun juga menyaksikan peristiwa itu. Namun kedua anaknya tidak ikut diikat dan dilakban mulutnya. Akibat perampokan itu korban mengalami kerugian Rp390 juta.
Baca juga: Begini Fakta Baru Kasus Penyekapan Pengusaha Depok
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoranmas, Depok, Selasa (1/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku masuk ke dalam rukonya sekitar tiga orang.
Mereka naik dari lantai 2 menuju lantai 4. Pelaku membawa senjata tajam dan mengancam akan membunuh jika melawan.
Baca juga: Tertarik Lowongan Kerja di Medsos, Gadis Ini Malah Dirampok dan Diperkosa
“Mba sama suster diikat dulu kaki dan tangannya, mulut disumpel. Rencong ditaro di sini, jadi kalau mbanya teriak diancam dibunuh, terus suruh kasih tahu di sini ada berapa orang semuanya,” ujar Ferly, Rabu (2/3/2022).
Lihat Juga :