Operasi Keselamatan, Polres Luwu Kedepankan Penindakan Persuasif Humanis
Rabu, 02 Maret 2022 - 14:21 WIB
loading...
Apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan 2022 Polres Luwu, Selasa (1/3/2022). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Aparat kepolisian melaksanakan Operasi Keselamatan 2022 selama 14 hari dimulai Selasa 1 Maret 2022 kemarin. Operasi ini berlangsung di semua wilayah di Indonesia, termasuk oleh Polres Luwu.
Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto menyebutkan, fokus perhatian operasi ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan kata dia memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas.
Baca juga:Gelar Operasi Keselamatan, Polres Bone Bakal Tindak 7 Prioritas Pelanggaran
"Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukkan dari kesadaran pengguna lalu lintas, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah," jelas Kapolres saat memimpin apel gelar pasukan, kemarin.
Fajar menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 petugas di lapangan mengutamakan cara bertindak persuasif humanis terhadap pelaku pelanggar lalu lintas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga:Kendaraan Overload yang Melintas di Luwu Timur Akan Ditindak
Terdapat tujuh prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran aparat dalam operasi ini. Yaitu, pengemudi ranmor yang meggunakan HP, pengemudi ranmor yang masih di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI.
Kemudian, mengemudikan ranmor dalam pengaruh alkohol, melawan arus, pengemudi ranmor yang tidak menggunakan Safety belt. Selain itu juga melakukankan penindakan tehadap truk over dimensi dan over loading.
“Dalam penanganan jenis pelanggaran tersebut di atas dilakukan secara persuasif humanis dengan memberikan tindakan teguran kepada pelanggar,” imbuhnya.
Baca juga:Dinas PUPR Luwu Timur Kerjakan Tiga Mega Proyek Tahun Ini
Selain tindakan teguran, juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi secara masif tentang disiplin berlalu lintas, penerapan protokol kesehatan dan mapping wilayah tempat kerumunan massa dan tempat-tempat lain yang dapat menimbulkan kerumunan.
"Diharapkan pada Operasi Keselamatan tahun ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 , menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan blackspot, trouble spot serta dapat meminimalisir fatalitas laka lantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tutup Fajar.
Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto menyebutkan, fokus perhatian operasi ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan kata dia memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas.
Baca juga:Gelar Operasi Keselamatan, Polres Bone Bakal Tindak 7 Prioritas Pelanggaran
"Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukkan dari kesadaran pengguna lalu lintas, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah," jelas Kapolres saat memimpin apel gelar pasukan, kemarin.
Fajar menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 petugas di lapangan mengutamakan cara bertindak persuasif humanis terhadap pelaku pelanggar lalu lintas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga:Kendaraan Overload yang Melintas di Luwu Timur Akan Ditindak
Terdapat tujuh prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran aparat dalam operasi ini. Yaitu, pengemudi ranmor yang meggunakan HP, pengemudi ranmor yang masih di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI.
Kemudian, mengemudikan ranmor dalam pengaruh alkohol, melawan arus, pengemudi ranmor yang tidak menggunakan Safety belt. Selain itu juga melakukankan penindakan tehadap truk over dimensi dan over loading.
“Dalam penanganan jenis pelanggaran tersebut di atas dilakukan secara persuasif humanis dengan memberikan tindakan teguran kepada pelanggar,” imbuhnya.
Baca juga:Dinas PUPR Luwu Timur Kerjakan Tiga Mega Proyek Tahun Ini
Selain tindakan teguran, juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi secara masif tentang disiplin berlalu lintas, penerapan protokol kesehatan dan mapping wilayah tempat kerumunan massa dan tempat-tempat lain yang dapat menimbulkan kerumunan.
"Diharapkan pada Operasi Keselamatan tahun ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 , menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan blackspot, trouble spot serta dapat meminimalisir fatalitas laka lantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tutup Fajar.
(luq)
Lihat Juga :