alexametrics

Gempa Magnetudo 4,5 Guncang Bolaang Mongondow Timur, Tidak Berpotensi Tsunami

loading...
Gempa Magnetudo 4,5 Guncang Bolaang Mongondow Timur, Tidak Berpotensi Tsunami
Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara diguncang gempa tektonik, Senin, (15/6/2020) pukul 10.50.40 WITA. (Ist)
A+ A-
MANADO - Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara diguncang gempa tektonik, Senin, (15/6/2020) pukul 10.50.40 WITA.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update magnetudo (M) 4,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.21 LU dan 124.56 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 61 km Baratdaya Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara pada kedalaman 10 km.

Kepala Stasiun Geofisika Manado, Abraham F. Mustamu menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal karena deformasi batuan akibat aktifitas Subduksi Lempeng Laut Maluku.



Dijelaskan guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur dan Minahasa Tenggara II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Hingga Senin, 15 Juni 2020 pukul 11:30 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," katanya.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak