Bersifat Merusak, Ini Catatan Sejarah Gempa Bumi di Wilayah Sumatera Barat
Sabtu, 26 Februari 2022 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
7. 16 Februari 2004, Lokasi gempa di Tanah Datar dengan skala 5,6 SR. Akibat gempa ini, lima orang meninggal, tujuh orang luka-luka, lebih dari 100 rumah rusak
8. 22 Februari 2004, Lokasi gempa di Pesisir Selatan dengan skala 6 SR. Akibat gempa ini, satu orang terluka, empat rumah rusak berat, dan banyak rumah rusak ringan di Pesisir Selatan. Gempa ini dirasakan hingga Singapura.
9. 30 September 2009, Lokasi gempa dekat dengan Padang Pariaman dengan skala 7,6 SR. Dampak gempa telah menelan korban sedikitnya 1.100 orang meninggal, 2.181 orang luka-luka, lebih dari 2.650 bangunan rusak, tanah longsor telah memutus listrik dan komunikasi. Getaran gempa terasa hingga ke Malaysia dan Singapura.
Baca juga: Anggota Brimob Briptu Herliansyah Babak Belur Dihajar 2 Pemuda di SPBU Kota Lubuklinggau
Hingga Sabtu (26/2/2022) pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,1. Perlu diketahui bahwa, gempa utama M6,1 ini sebelumnya didahului satu kali kejadian gempa bumi pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo M5,2.
Gempa Pasaman ini merupakan gempa memiliki tipe II, yaitu jenis gempa yang diawali Gempa Pembuka (foreshocks), kemudian terjadi Gempa Utama (mainshock), dan diikuti serangkaian Gempa Susulan (aftershocks).
8. 22 Februari 2004, Lokasi gempa di Pesisir Selatan dengan skala 6 SR. Akibat gempa ini, satu orang terluka, empat rumah rusak berat, dan banyak rumah rusak ringan di Pesisir Selatan. Gempa ini dirasakan hingga Singapura.
9. 30 September 2009, Lokasi gempa dekat dengan Padang Pariaman dengan skala 7,6 SR. Dampak gempa telah menelan korban sedikitnya 1.100 orang meninggal, 2.181 orang luka-luka, lebih dari 2.650 bangunan rusak, tanah longsor telah memutus listrik dan komunikasi. Getaran gempa terasa hingga ke Malaysia dan Singapura.
Baca juga: Anggota Brimob Briptu Herliansyah Babak Belur Dihajar 2 Pemuda di SPBU Kota Lubuklinggau
Hingga Sabtu (26/2/2022) pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,1. Perlu diketahui bahwa, gempa utama M6,1 ini sebelumnya didahului satu kali kejadian gempa bumi pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo M5,2.
Gempa Pasaman ini merupakan gempa memiliki tipe II, yaitu jenis gempa yang diawali Gempa Pembuka (foreshocks), kemudian terjadi Gempa Utama (mainshock), dan diikuti serangkaian Gempa Susulan (aftershocks).
(eyt)
Lihat Juga :