Cegah Penimbunan Minyak Goreng, Tim Pengawas Kota Pekalongan Blusukan ke Toko dan Gudang
Jum'at, 25 Februari 2022 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Sidak ini sekaligus mengecek ketersediaan minyak goreng, mengingat Kementerian Perdagangan telah menggelontorkan pasokan minyak goreng sebanyak 240 juta liter ke daerah-daerah di Indonesia, termasuk Kota Pekalongan.
Dari hasil sidak yang telah dilakukan, Budiyanto menegaskan tidak ditemukan praktik kecurangan penimbunan maupun penjualan minyak goreng di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yang dilakukan oleh ditributor maupun pedagang toko besar.
Baca juga: Ditangkap di Jakarta karena Disersi, Polwan Cantik Briptu Christy Dikabarkan Sudah Bertugas Kembali
"Kami sidak ke enam titik lokasi distributor maupun toko besar yang menjual minyak goreng di Kota Pekalongan. Dari enam titik itu, kami bagi menjadi dua tim. Alhamdulillah semuanya aman, tidak ada kasus penimbunan maupun yang menjual minyak goreng di atas HET. Rata-rata mereka menjualnya Rp13.500-14.000 per liter," tutur Budiyanto.
Menurutnya, dari enam lokasi yang disidak, semua pasokan minyak goreng yang baru datang dari pusat sudah langsung didistribusikan ke masyarakat maupun toko-toko besar, dan toko grosir, pelaku UMKM langganannya.
Sebagai contoh, di CV Sugih Abadi Makmur yang mendapatkan alokasi 100 ton minyak goreng, harus didistribusikan habis ke masyarakat hingga besok Sabtu (26/2/2022). Sementara, untuk di Gudang Aromatik, mereka mengedarkan produknya ke sejumlah pelaku UMKM langganannya, karena kemasan minyak goreng yang mereka jual 18 liter.
Dari hasil sidak yang telah dilakukan, Budiyanto menegaskan tidak ditemukan praktik kecurangan penimbunan maupun penjualan minyak goreng di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yang dilakukan oleh ditributor maupun pedagang toko besar.
Baca juga: Ditangkap di Jakarta karena Disersi, Polwan Cantik Briptu Christy Dikabarkan Sudah Bertugas Kembali
"Kami sidak ke enam titik lokasi distributor maupun toko besar yang menjual minyak goreng di Kota Pekalongan. Dari enam titik itu, kami bagi menjadi dua tim. Alhamdulillah semuanya aman, tidak ada kasus penimbunan maupun yang menjual minyak goreng di atas HET. Rata-rata mereka menjualnya Rp13.500-14.000 per liter," tutur Budiyanto.
Menurutnya, dari enam lokasi yang disidak, semua pasokan minyak goreng yang baru datang dari pusat sudah langsung didistribusikan ke masyarakat maupun toko-toko besar, dan toko grosir, pelaku UMKM langganannya.
Sebagai contoh, di CV Sugih Abadi Makmur yang mendapatkan alokasi 100 ton minyak goreng, harus didistribusikan habis ke masyarakat hingga besok Sabtu (26/2/2022). Sementara, untuk di Gudang Aromatik, mereka mengedarkan produknya ke sejumlah pelaku UMKM langganannya, karena kemasan minyak goreng yang mereka jual 18 liter.

Lihat Juga :