Cegah Penimbunan Minyak Goreng, Tim Pengawas Kota Pekalongan Blusukan ke Toko dan Gudang
Jum'at, 25 Februari 2022 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, di gudang PT Flambo kemarin ada empat karton minyak goreng kemasan satu liter, dengan alokasi sebanyak 25.200 liter sudah habis terdistribusikan ke masyarakat dan toko grosir dengan harga yang dibanderol Rp13 ribu-14 ribu per liter.
Di lokasi berikutnya, Toko Sembako Pak Sutikno yang mendapat alokasi 20 karton minyak goreng ditambah sehari sebelumnya 600 karton, setiap pasokan itu datang langsung habis terjual dengan harga jual Rp164 ribu per dua krat berisi 24 buah botol isi 500 mililiter minyak goreng.
Pihaknya menegaskan, sesuai instruksi dari pusat, distributor maupun toko, dan penjual usaha yang menjual minyak goreng tidak langsung didistribusikan ke masyarakat (melakukan penimbunan), maka izin usahanya akan terancam dicabut.
Baca juga: Gempa M 6,2 Guncang Pasaman Barat, Kepanikan Landa Pasien Rumah Sakit M Djamil
Bersama tim pengawasan barang beredar, pihaknya akan terus memantau dan menghitung kebutuhan minyak goreng bagi konsumen maupun pelaku UMKM di Kota Pekalongan. Dari hasil pantauan tersebut, selanjutkan akan dilaporkan ke Kementerian Perdagangan agar pemenuhan persediaan maupun harga minyak goreng di Kota Pekalongan tetap stabil.
"Apabila nanti kebutuhan minyak goreng di Kota Pekalongan, mengalami kekurangan. Maka kami akan bersurat ke Kementerian Perdagangan, untuk menambah pasokan distribusi ke Kota Pekalongan," tandasnya.
Di lokasi berikutnya, Toko Sembako Pak Sutikno yang mendapat alokasi 20 karton minyak goreng ditambah sehari sebelumnya 600 karton, setiap pasokan itu datang langsung habis terjual dengan harga jual Rp164 ribu per dua krat berisi 24 buah botol isi 500 mililiter minyak goreng.
Pihaknya menegaskan, sesuai instruksi dari pusat, distributor maupun toko, dan penjual usaha yang menjual minyak goreng tidak langsung didistribusikan ke masyarakat (melakukan penimbunan), maka izin usahanya akan terancam dicabut.
Baca juga: Gempa M 6,2 Guncang Pasaman Barat, Kepanikan Landa Pasien Rumah Sakit M Djamil
Bersama tim pengawasan barang beredar, pihaknya akan terus memantau dan menghitung kebutuhan minyak goreng bagi konsumen maupun pelaku UMKM di Kota Pekalongan. Dari hasil pantauan tersebut, selanjutkan akan dilaporkan ke Kementerian Perdagangan agar pemenuhan persediaan maupun harga minyak goreng di Kota Pekalongan tetap stabil.
"Apabila nanti kebutuhan minyak goreng di Kota Pekalongan, mengalami kekurangan. Maka kami akan bersurat ke Kementerian Perdagangan, untuk menambah pasokan distribusi ke Kota Pekalongan," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :