Pemprov Sulsel Diharap Filterisasi Konten Sosmed Tak Mendidik
Kamis, 24 Februari 2022 - 16:55 WIB
loading...
Pemerhati Budaya Sulsel yang tergabung dalam Seniman Celebes Nusantara saat saat mengunjungi Diskominfo-SP Sulsel dan diterima oleh Kepala Bidang Humas Informasi dan Komunikasi Publik Sultan Rakib. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Pemerhati Budaya Sulsel yang tergabung dalam Seniman Celebes Nusantara, menyatakan keprihatinannya terkait maraknya konten di media sosial yang tidak mendidik.
Ketua Seniman Celebes Nusantara Yulianto Gallatoa menyebut, sejumlah konten youtube yang menggunakan bahasa daerah Sulsel seperti Bugis dan Makassar saat ini tidak mencerminkan nilai-nilai budaya. Padahal selama ini Sulsel dikenal sebagai daerah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Beri Rp20 Miliar Bantuan Keuangan Daerah Toraja Utara
Keresahan Yulianto disampaikan langsung saat mengunjungi Diskominfo-SP Sulsel dan diterima oleh Kepala Bidang Humas Informasi dan Komunikasi Publik Sultan Rakib, di kantor Gubernur Sulsel, Kamis (24/2/2022).
"Kedatangan saya ke sini karena kalau kita hanya sebatas organisasi kan berat, jadi yang bisa mematahkan ini pemerintah. Jadi kami siap bekerjasama dengan Pemerintah juga artinya setiap ada konten kan bisa disaring oh ini yang tidak pantas kita bisa membantu untuk itu," ungkap Yulianto.
Ketua Seniman Celebes Nusantara Yulianto Gallatoa menyebut, sejumlah konten youtube yang menggunakan bahasa daerah Sulsel seperti Bugis dan Makassar saat ini tidak mencerminkan nilai-nilai budaya. Padahal selama ini Sulsel dikenal sebagai daerah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Beri Rp20 Miliar Bantuan Keuangan Daerah Toraja Utara
Keresahan Yulianto disampaikan langsung saat mengunjungi Diskominfo-SP Sulsel dan diterima oleh Kepala Bidang Humas Informasi dan Komunikasi Publik Sultan Rakib, di kantor Gubernur Sulsel, Kamis (24/2/2022).
"Kedatangan saya ke sini karena kalau kita hanya sebatas organisasi kan berat, jadi yang bisa mematahkan ini pemerintah. Jadi kami siap bekerjasama dengan Pemerintah juga artinya setiap ada konten kan bisa disaring oh ini yang tidak pantas kita bisa membantu untuk itu," ungkap Yulianto.
Lihat Juga :