Kelompok KNPB Aniaya Warga hingga Tewas di Maybrat Papua Barat

Minggu, 14 Juni 2020 - 19:55 WIB
loading...
Kelompok KNPB Aniaya...
Dua warga kabupaten Maybrat dilaporkan dianiaya oleh sekelompok orang dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah Kabupaten Maybrat. Foto/Andrew Chan
A A A
SORONG - Dua warga kabupaten Maybrat dilaporkan dianiaya oleh sekelompok orang dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah Kabupaten Maybrat, tepatnya di Kampung Sory Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, Sabtu (13/6) sekitar pukul 02.00 WIT.

Kasus tersebut di lakukan oleh Kelompok KNPB Wilayah Maybrat sehingga mengakibatkan Korban Meninggal Dunia dan Luka Berat. Dua korban masing-masing, Frins Sewa, dilaporkan meninggal dunia dan Yohanes Sewa dilaporkan mengalami luka parah.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi membenarkan adanya informasi Kejadian penganiayaan yang menyebabkan dua warga menjadi korban. (Baca juga: Terbaring Lumpuh 6 Tahun, Bocah Asal Lampung Ini Butuh Bantuan Kursi Roda )

Menurut Adam, kronologis kejadian penyerangan yang menyebabkan dua warga menjadi korban dimana satu orang di antaranya meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka parah.

Penganiayaan ini berawal saat kedua korban dan tiga rekan mereka dengan menggunakan Avanza, Silver dengan nomor Polisi PB 1790 AC tujuan Kampung Tahsimara Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat untuk mengantar salah satu kerabat mereka.

"Saat korban dan rekan-rekannya tiba di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan dan melihat ada pemalangan di sekitar jalan poros utama yang menuju Kampung Tahsimara Distrik Aifat Selatan.

Kemudian kedua korban dan rekan-rekannya hendak turun dari kendaraan kemudian korban dan rekannya bertanya kepada warga yang berada di sekitar kampung tersebut.(Baca juga: Terlanjur Cinta, Pemuda asal Nganjuk Nikahi Nenek Berusia 71 Tahun )

"Kenapa palang jalan, lalu seorang warga yang belakangan diketahui sebagai pelaku utama menjawab bahwa ada kejadian di Kampung Kamundan, namun pada saat itu pelaku bersama 3 rekan lain dalam posisi memegang parang dan anak panah." Jelas AKBP Adam Erwindi saat dikonfirmasi Okezone z Minggu (14/6/2020).

Selanjutnya, menurut Adam, tidak lama kemudian pelaku dan 3 rekan lainya menyampaikan kepada Kedua korban bahwa kalian ini yang membakar atau merusak Kantor KNPB di Kampung Aisa, namun korban (I dan II bersama ketiga saksi tersebut membantah atas tuduhan yang dilontarkan oleh pelaku satu dan dua. Pelaku pertama dan kedua tetap bersikeras bahwa korban satu dan dua adalah otak dari pengrusakan kantor KNPB.

Selang beberap menit kemudian, Pelaku (I, II, III dan IV) langsung menyerang terhadap Korban (I dan II) serta Saksi (I,II dan III).

Pelaku bersama 3 rekan lainnya melakukan penganiyaan terhadap Korban I dan II dengan menggunakan sebilah parang dengan menebas leher korban I serta menebas mulut korban II dari kejadian tersebut mengakibatkan Korban I meninggal dunia dan para Pelaku menyeret korban ke samping badan jalan.

Atas kejadian tersebut, ke 3 rekan korban melarikan diri ke hutan untuk menyalamatkan diri.

Anggota Polsek Aifat yang menerima laporan dari salah satu warga, selanjutnya anggota Polsek di bawah pimpinan Bripka Alvian (Ka. Sium Polsek Aifat) menuju ke TKP.

Setibanya di TKP melakukan tindakan Kepolisian di antaranya mengamankan TKP, membawa Korban II ke Puskesmas Kumurkek untuk di rawat, sedangkan Korban I masih berada di TKP.

Korban pembunuhan baru di temukan setelah pencarian yang dilakukan oleh Personil Polsek Aifat Koramil Aifat dan Masyarakat.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Akademisi: Penyampaian...
Akademisi: Penyampaian Fakta soal Papua Harus Berimbang dan Disertai Solusi
Kondisi Pengungsi Moskona...
Kondisi Pengungsi Moskona Teluk Bintuni Memprihatinkan Pascaserangan Separatis Papua
Satgas Operasi Damai...
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Tangkap KKB Penembak Warga Sipil
Operasi TNI di Papua...
Operasi TNI di Papua Jadi Sorotan Dunia, Pembebasan Pilot Dinilai Humanis dan Profesional
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
1 Mei, Papua, dan Janji...
1 Mei, Papua, dan Janji yang Belum Selesai
Rekomendasi
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved