Protokol Kerap Diabaikan, Dewan Ingatkan Pasar Bisa Picu Klaster Baru

Minggu, 14 Juni 2020 - 12:56 WIB
loading...
Protokol Kerap Diabaikan,...
Pelaksanaan rapid test yang digelar di sejumlah pasar tradisional untuk mengantisipasi penularan COVID-19. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide
A A A
MAKASSAR - DPRD Kota Makassar mengingatkan PD Pasar Makassar Raya, untuk memberi perhatian khusus dalam penerapan Protokol COVID-19 di Pasar karena dianggap rawan memicu klaster baru penularan.

Wakil Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Makassar Fatma Wahyuddin menjelaskan, dari hasil pemantauan ke pasar-pasar di Kota Makassar cukup banyak kasus di mana masyarakat abai dengan protokol COVID-19 . Hal ini dipandang menjadi peran penting pemerintah dalam memberikan regulasi tertentu yang mengharuskan mereka mematuhi sejumlah teknis penegakan protokol sebelum memasuki pasar.

Baca Juga: PD Pasar Bentuk Tim Sosialisasikan Protokol Kesehatan ke Pedagang

"Sikap masyarakat itu acuh tak acuh, saya kira itu westafel yang dipasang di pasar itu tidak ada gunanya, cuma sedikit yang pakai, ini perlu regulasi yang mengharuskan mereka menggunakan itu. Ini ada tidak," ujar legislator Demokrat ini.

Selain itu pembatasan jarak fisik yang kerap diabaikan menjadi pemandangan yang tak asing saat terjadi interaksi antar warga pasar .

Diapun menyarankan, agar pintu masuk dan keluar pasar dibatasi, banyak jalur-jalur yang digunakan masyarakat dan kerap luput dari pantauan.

"Pintu masuk itu satu saja, agar lebih mudah memastikan masyarakat ikuti regulasi, demikian juga dengan pintu keluarnya," katanya.

Konsistensi juga dibutuhkan dalam menegakkan aturan tersebut, imbauan-imbauan menurutnya perlu dilakukan secara terus menerus.

Baca Juga: Pasar Maricaya Makassar Diproyeksikan Jadi Percontohan New Normal

"Saya kira perlu diatur protokol kesehatan di pasar, diimbau juga secara konsisten, mereka ini pakai pas ada petugas, jadi perlu dikontrol dengan patroli," katanya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kecurigaan adanya potensi klaster pada pasar, diapun meminta pemerintah untuk serius dan mewaspadai hal ini.

"Saya kira ini memang perlu perhatian, BPBD bisa bantu untuk anggarkan penanganan ini di pasar," usul Legislator Golkar tersebut.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
11 Orang Ditetapkan...
11 Orang Ditetapkan Tersangka Pembakaran dan Penjarahan Gedung DPRD Makassar dan Sulsel
Deretan Bangkai Mobil...
Deretan Bangkai Mobil di Halaman Gedung DPRD Makassar setelah Diamuk Massa
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
DPRD Tetapkan Munafri-Aliyah...
DPRD Tetapkan Munafri-Aliyah Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar
50 Anggota DPRD Makassar...
50 Anggota DPRD Makassar Resmi Dilantik, 26 Wajah Baru
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Infografis
Bahaya! Sarapan Gorengan...
Bahaya! Sarapan Gorengan Setiap Hari Bisa Picu Penyakit Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved