Tanggulangi Stunting, Kelurahan Setu Jadi Proyek Percontohan Kepiting
Minggu, 20 Februari 2022 - 03:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kegiatan tersebut fokus pada pemeriksaan kesehatan, dan pemantauan gizi anak. Dia mengungkapkan, sebelum dilakukan pemeriksaan anak terlebih dulu didata agar treatment yang dilakukan mendapat hasil yang maksimal.
"Kami akan bekerja secara optimal untuk menanggulangi penyebab stunting pada anak," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dipilihnya Kelurahan Setu sebagai proyek percontohan dalam mengentaskan stunting bermula dari ditemukannya 14 anak yang terindikasi kurang gizi ketika pihak Puskesmas melakukan pendataan. "Kami sudah memilih Kelurahan Setu dijadikan pilot project (proyek percontohan) Kawasan Kepiting, karena saat melakukan pendataan ada 14 anak yang terindikasi kurang gizi tetapi belum dikategorikan stunting," ucapnya.
Setelah beberapa treatment dilakukan kondisi 14 anak tersebut pun berangsur membaik dan menunjukkan perkembangan pesat. Indikatornya, lanjut dia, dengan ditandainya peningkatan nafsu makan yang sebelumnya hanya sekali, kini bisa tiga kali serta buang air besarnya pun lancar.
"Dari 14 anak, 13 anak pertumbuhan gizinya sudah membaik, tiga orang sudah normal tumbuh kembangnya, sementara satu anak lainnya masih dalam tahap pengobatan," tuturnya.
"Kami akan bekerja secara optimal untuk menanggulangi penyebab stunting pada anak," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dipilihnya Kelurahan Setu sebagai proyek percontohan dalam mengentaskan stunting bermula dari ditemukannya 14 anak yang terindikasi kurang gizi ketika pihak Puskesmas melakukan pendataan. "Kami sudah memilih Kelurahan Setu dijadikan pilot project (proyek percontohan) Kawasan Kepiting, karena saat melakukan pendataan ada 14 anak yang terindikasi kurang gizi tetapi belum dikategorikan stunting," ucapnya.
Setelah beberapa treatment dilakukan kondisi 14 anak tersebut pun berangsur membaik dan menunjukkan perkembangan pesat. Indikatornya, lanjut dia, dengan ditandainya peningkatan nafsu makan yang sebelumnya hanya sekali, kini bisa tiga kali serta buang air besarnya pun lancar.
"Dari 14 anak, 13 anak pertumbuhan gizinya sudah membaik, tiga orang sudah normal tumbuh kembangnya, sementara satu anak lainnya masih dalam tahap pengobatan," tuturnya.
(rca)
Lihat Juga :