Mogok Produksi, Ini Tuntutan Produsen Tempe Tahu di Jakarta
Sabtu, 19 Februari 2022 - 03:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kenaikan harga kedelai impor sejak tahun 2020 lalu sangat memberatkan produsen tempe tahu. Sebagai contoh dia menyebutkan harga kedelai impor pada akhir tahun 2020 yang berkisar Rp7 ribu per kilogram, lalu pada awal tahun 2021 mencapai sekitar Rp9 ribu.
”Karena mungkin dengan menaikkan harga 20 persen akan sedikit mendapatkan keuntungan. Perkiraan tempe naik dari Rp5 ribu ke Rp6 ribu per papan. Tahu dari Rp35 ribu ke Rp40 ribu,” ucapnya. Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Tempe Tangerang Ancam Mogok Produksi
Sutaryo menegaskan, tiga tuntutan dari pihak produsen tempe tahu tersebut sifatnya hanya jangka pendek. Poin terpentingnya dalam aksi mogok tersebut yakni meminta pemerintah mencegah kenaikan harga kedelai global.
”Aksi mogok ini supaya pemerintah memikirkan, jangan sampai setiap tahun terjadi terus seperti ini dengan hal yang sama. Pertanyaan perajin masa pemerintah tidak bisa menangani, masa terus menerus terjadi kenaikan harga kedelai,” tuturnya.
”Karena mungkin dengan menaikkan harga 20 persen akan sedikit mendapatkan keuntungan. Perkiraan tempe naik dari Rp5 ribu ke Rp6 ribu per papan. Tahu dari Rp35 ribu ke Rp40 ribu,” ucapnya. Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Tempe Tangerang Ancam Mogok Produksi
Sutaryo menegaskan, tiga tuntutan dari pihak produsen tempe tahu tersebut sifatnya hanya jangka pendek. Poin terpentingnya dalam aksi mogok tersebut yakni meminta pemerintah mencegah kenaikan harga kedelai global.
”Aksi mogok ini supaya pemerintah memikirkan, jangan sampai setiap tahun terjadi terus seperti ini dengan hal yang sama. Pertanyaan perajin masa pemerintah tidak bisa menangani, masa terus menerus terjadi kenaikan harga kedelai,” tuturnya.
(ams)
Lihat Juga :