Tinjau Banjir Bojong Kulur Bogor, Begini Kata Mensos Risma
Sabtu, 19 Februari 2022 - 01:00 WIB
loading...
Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau warga terdampak banjir di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Foto/MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A
A
A
BOGOR - Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan beberapa usulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait banjir di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Salah satunya dengan membuat membuat tanggul mencegah limpasan dari sungai.
”Kami melihat memang kapasitas sungai tidak cukup, jadi memang harus dilakukan maintenance untuk pencegahan banjir. Sudah saya sampaikan kepada Kepala Balai (BBWS) untuk penanganan sementara karena curah hujan masih tinggi, termasuk ke Kementerian PUPR untuk membuat tanggul dari hasil pengerukan untuk mencegah banjir,” kata Risma, Jumat (18/2/2022).
Tanggul sementara itu bisa terbuat dari sandbag berisi hasil kerukan sungai. Dengan harapan tanggul itu dapat menahan luapan air sementara sehingga tidak melimpas ke area permukiman warga. Baca juga: BPBD Catat 13 Titik Banjir di Kota Bekasi, 1.237 KK Terdampak
”Sementara ditutup aja pakai sandbag. Jadi untuk sebagai tanggul sambil sebagian dikeruk kalau belum pada bisa nutup tanggulnya sehingga kalau melimpas (air sungai) yang kasian ya warga,” ungkapnya.
Kemudian, untuk Pemerintah Kabupaten Bogor, dia meminta untuk membuat kapung tangguh becnana di wilayah tersebut. Dengan adanya kampung tangguh bencana dapat mengantisipasi dan penanganan SOP kebencanaan yang terjadi sewaktu-waktu.
”Nanti saya komunikasi dengan BPBD dan Bupati menyiapkan kampung tangguh bencana. Kampung bencana itu sudah disiapkan sistem termasuk gimana menanganinnya, gimana kalau ada yang sakit begitu. Treatmentnya seperti apa itu sudah ada,” jelas Risma.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pihaknya akan mencoba menerapkan usulan dari Mensos Risma untuk menangani persoalan ini agar setiap tahun banjir tidak mengintai warga khususnya di wilayah Desa Bojong Kulur. Baca juga: Banjir Surut, Warga PGP Dibantu Damkar Bekasi Bersihkan Lumpur
”Kami melihat memang kapasitas sungai tidak cukup, jadi memang harus dilakukan maintenance untuk pencegahan banjir. Sudah saya sampaikan kepada Kepala Balai (BBWS) untuk penanganan sementara karena curah hujan masih tinggi, termasuk ke Kementerian PUPR untuk membuat tanggul dari hasil pengerukan untuk mencegah banjir,” kata Risma, Jumat (18/2/2022).
Tanggul sementara itu bisa terbuat dari sandbag berisi hasil kerukan sungai. Dengan harapan tanggul itu dapat menahan luapan air sementara sehingga tidak melimpas ke area permukiman warga. Baca juga: BPBD Catat 13 Titik Banjir di Kota Bekasi, 1.237 KK Terdampak
”Sementara ditutup aja pakai sandbag. Jadi untuk sebagai tanggul sambil sebagian dikeruk kalau belum pada bisa nutup tanggulnya sehingga kalau melimpas (air sungai) yang kasian ya warga,” ungkapnya.
Kemudian, untuk Pemerintah Kabupaten Bogor, dia meminta untuk membuat kapung tangguh becnana di wilayah tersebut. Dengan adanya kampung tangguh bencana dapat mengantisipasi dan penanganan SOP kebencanaan yang terjadi sewaktu-waktu.
”Nanti saya komunikasi dengan BPBD dan Bupati menyiapkan kampung tangguh bencana. Kampung bencana itu sudah disiapkan sistem termasuk gimana menanganinnya, gimana kalau ada yang sakit begitu. Treatmentnya seperti apa itu sudah ada,” jelas Risma.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pihaknya akan mencoba menerapkan usulan dari Mensos Risma untuk menangani persoalan ini agar setiap tahun banjir tidak mengintai warga khususnya di wilayah Desa Bojong Kulur. Baca juga: Banjir Surut, Warga PGP Dibantu Damkar Bekasi Bersihkan Lumpur
Lihat Juga :